| BPKP Kalbar Perkuat Tata Kelola Desa |
SAMBAS,KP – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Gema Membangun Desa (GMD) II Tahun 2026 yang digelar di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Kegiatan yang berlangsung pada 12–14 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa sekaligus mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan.
Program yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat itu bertujuan memperkuat sinergi pembangunan lintas sektor, mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, serta mempercepat terwujudnya desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat, Rudy M. Harahap, menilai kolaborasi yang terbangun melalui GMD menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
"BPKP mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam membangun desa secara terpadu. Melalui kegiatan ini, kolaborasi antarinstansi dapat diperkuat guna memastikan pembangunan desa berjalan efektif, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Rudy.
Menurutnya, pembangunan desa di kawasan perbatasan seperti Temajuk membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan program maupun pengelolaan anggaran dapat berlangsung secara optimal dan tepat sasaran.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mempercepat pembangunan Desa Temajuk. Selain menghadirkan berbagai layanan publik, program GMD juga diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal, khususnya sektor pariwisata dan industri garam rakyat yang menjadi unggulan kawasan perbatasan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga menargetkan pengaktifan kembali jalur perlintasan Temajuk–Teluk Melano, Malaysia, pada Agustus 2026. Kehadiran jalur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat perdagangan lintas batas, serta membuka peluang investasi di wilayah perbatasan.
Selama pelaksanaan Gema Membangun Desa II, berbagai pelayanan dan kegiatan dipusatkan di Lapangan Bola Desa Temajuk dengan melibatkan organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah desa. Rangkaian kegiatan meliputi pelayanan publik, dialog bersama masyarakat, peninjauan gerai UMKM desa, penanaman pohon secara simbolis, hingga peninjauan kawasan perbatasan.
Sementara itu, Wakil Bupati Sambas Heroaldi mengatakan pemerintah daerah terus mengoptimalkan potensi Desa Temajuk sebagai kawasan strategis nasional yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan. Menurutnya, sektor pariwisata dan industri garam merupakan dua potensi unggulan yang terus didorong agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga pendukung pembangunan, Gema Membangun Desa II diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat pembangunan kawasan perbatasan sekaligus memperkuat kemandirian desa melalui tata kelola pemerintahan yang semakin baik.(*/Red)

