![]() |
| Sugioto bersama buku terbarunya |
PONTIANAK,KP – Tokoh Tionghoa Kalimantan Barat, pengusaha sekaligus pegiat budaya, Sugioto atau yang akrab disapa Rico, meluncurkan buku terbarunya berjudul Kita Belum Dewasa dalam acara peluncuran dan bedah buku di Pontianak, Sabtu (2/5) malam.
Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 18.00 WIB di Aston Pontianak Hotel & Convention Center.
Dalam kesempatan itu, Sugioto mengungkapkan bahwa buku Kita Belum Dewasa merupakan hasil refleksi panjang dari pengalaman hidupnya di berbagai bidang, mulai dari dunia usaha, pendidikan, hingga aktivitas sosial dan yayasan.
Ia menilai, kedewasaan tidak selalu berjalan seiring dengan bertambahnya usia.
“Saya melihat ada senior-senior kita yang usianya sudah cukup, tetapi ternyata masih belum dewasa. Padahal orang dewasa seharusnya menyikapi sesuatu dengan bijaksana,” ujarnya.
Menurutnya, dalam dunia usaha, keuntungan tidak hanya berdampak pada pelaku bisnis, tetapi juga memiliki efek luas, seperti kemampuan membayar pajak, meningkatkan kesejahteraan karyawan, hingga memperluas skala usaha.
Melalui buku ini, Sugioto ingin menyampaikan gagasan dan refleksinya kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menjalani kehidupan.
“Kalau hanya disampaikan secara lisan, mungkin terbatas. Tapi melalui buku, lebih banyak orang bisa memahami dan mempelajarinya,” katanya.
Ia menegaskan, pesan utama buku tersebut adalah pentingnya memilih untuk menjadi dewasa, bukan sekadar bertambah usia.
“Yang terpenting, kita harus memilih: mau dewasa atau hanya tua. Kedewasaan itu ditunjukkan dari kemampuan mengambil keputusan dengan bijaksana,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak terjebak pada pola pikir instan dalam meraih kesuksesan.
“Semua orang ingin cepat sukses, tapi semuanya butuh proses. Tidak ada kesuksesan yang instan,” tambahnya.
Sugioto dikenal sebagai penulis dan pegiat literasi yang aktif di Pontianak serta terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, organisasi, dan dunia usaha.
Peluncuran buku Kita Belum Dewasa diharapkan menjadi ruang refleksi bagi masyarakat agar tidak hanya bertambah usia, tetapi juga tumbuh dalam kedewasaan berpikir dan bertindak di berbagai aspek kehidupan.(Rif)


