![]() |
| Tingkatkan kualitas guru, Prodi Sosiologi FKIP Untan Gelar PKM di Meliau |
SANGGAU,KP - Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Tanjungpura melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan fokus peningkatan kualitas pembelajaran bagi guru SD dan SMP di Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau. Kegiatan yang mengusung tema Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru SD dan SMP melalui Pelatihan Pembelajaran Mendalam ini digelar pada 18 April 2026 di SMP Negeri 8 Meliau.
Kegiatan ini menjadi respons atas kebutuhan peningkatan mutu pembelajaran di tengah dinamika perubahan kurikulum dan tantangan pendidikan di daerah. Peserta yang terlibat berasal dari enam sekolah, yakni SDN 22 Tapang Sedendang, SDN 43 Tapang Sedendang, SMPN 3 Meliau, SMPN 5 Meliau, SMPN 7 Meliau, dan SMPN 8 Meliau.
Acara diawali dengan sambutan perwakilan dosen, Stella Prancisca, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.
“Peningkatan kualitas pembelajaran sangat penting, melalui pengembangan diri dengan melanjutkan pendidikan lanjut, atau mengikuti pelatihan-pelatihan salah satunya pembelajaran mendalam, apresiasi tertinggi bagi peserta yang hadir walau dengan jarak jauh, hadir pada kegiatan ini,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala SMP Negeri 8 Meliau, Abang Yuda Saputra, S.Pd. Ia menyampaikan bahwa pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan, khususnya bagi guru di daerah dengan keterbatasan akses.
“Kegiatan PKM ini sangat bermanfaat utk peningkatan kualitas guru di daerah. Terutama daerah kami yang perlu adanya pelatihan-pelatihan Pembelajaran Mendalam utk penguatan kemampuan guru di sekolah. Kurangnya akses internet, listrik, kondisi geografis yg cukup sulit menuju ibu kota kabupaten atau ibu kota provinsi utk mengikuti kegiatan-kegiatan serupa menjadikan tantangan utk kami. Harapan saya sebagai kepala sekolah, semoga kegiatan ini terus berlangsung dan berkelanjutan di kemudian hari agar dapat memberikan manfaat yang lebih kepada seluruh sekolah-sekolah di Kalimantan Barat, terutama daerah-daerah yang sulit untuk dijangkau sehingga guru di daerah mempunyai semangat serta termotivasi utk terus memberikan pendidikan terbaik di sekolahnya serta untuk memajukan pendidikan di Kab. Sanggau terutama di Kalimantan Barat,” ungkapnya.
Dalam sesi pelatihan, narasumber Kustini Handayani, M.Pd. memaparkan konsep pembelajaran mendalam sebagai pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan keterampilan hidup peserta didik.
“Pembelajaran mendalam adalah pendekatan yang berlandaskan pada prinsip kesadaran (mindful), kebermaknaan (meaningful), dan kegembiraan (joyful). Melalui harmonisasi olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga, pendekatan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan akademik, tetapi juga pada pengembangan keterampilan hidup, karakter, dan motivasi peserta didik. Sebagai motor transformasi pendidikan yang relevan dan inklusif, pembelajaran mendalam diarahkan pada pencapaian delapan dimensi profil lulusan melalui ekosistem pendukung yang mengutamakan praktik reflektif serta kemitraan yang kontekstual,” jelasnya.
![]() |
| Prodi Sosilogi FKIP Untan sukses gelar PKM di Meliau, Kabupaten Sanggau |
Sementara itu, Koordinator Program Studi Pendidikan Sosiologi, Iwan Ramadhan, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses.
“Dalam empat tahun terakhir pelaksanaan PKM dosen, kami fokuskan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia dengan eksplorasi mendalam terhadap fenomena pendidikan di sana. Tahun ini, kami mulai menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses dengan sarana dan prasarana pendidikan yang belum sepenuhnya maksimal. Komitmen kami diwujudkan dengan slogan Mendidik tiada Henti, Mengabdi tanpa batas,” tegasnya.(*/Red)
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru di Kecamatan Meliau semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta mampu mengimplementasikan pendekatan pembelajaran mendalam secara efektif di lingkungan sekolah masing-masing.



