![]() |
| Anggota Koramil 1204/Sanggau membantu masyarakat menghadapi banjir yang melanda |
SANGGAU, KP – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Sanggau sejak Sabtu sore hingga Minggu pagi, 11 Januari 2026, memicu banjir di sejumlah kecamatan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Luapan air merendam ratusan rumah warga serta memutus akses transportasi utama, termasuk jalur strategis di kawasan perbatasan.
Menghadapi kondisi darurat tersebut, Komando Distrik Militer 1204/Sanggau bergerak cepat dengan menerjunkan personel ke lapangan. Bersama instansi terkait, TNI melakukan pemantauan intensif sekaligus membantu penanganan banjir di wilayah yang terdampak paling parah, meliputi Kecamatan Entikong, Sekayam, Noyan, dan Beduai.
Berdasarkan pantauan hingga pukul 08.30 WIB, dampak terberat dirasakan di Kecamatan Sekayam. Banjir dengan ketinggian bervariasi antara 20 sentimeter hingga mencapai 2 meter merendam Desa Pengadang, Desa Sotok, dan Desa Balai Karangan. Di Desa Pengadang, air setinggi sekitar dua meter menggenangi area seluas kurang lebih 45 hektare dan berdampak pada 138 kepala keluarga. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Sotok dengan 185 kepala keluarga terdampak. Sementara itu, di pusat aktivitas masyarakat Desa Balai Karangan, banjir merendam 471 rumah warga sehingga melumpuhkan kegiatan sehari-hari 471 kepala keluarga.
Selain merendam permukiman, banjir juga mengganggu infrastruktur vital. Jalan Lintas Malindo yang menghubungkan Kecamatan Sekayam dengan Entikong, serta jalur Balai Karangan–Sekayam–Senaning, tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda enam. Genangan air di ruas jalan tersebut dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 115 sentimeter. Untuk sementara, akses hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dengan bantuan rakit dan perahu milik warga setempat.
Berbeda dengan Sekayam, kondisi di Kecamatan Entikong dilaporkan mulai berangsur membaik. Air telah surut dan warga setempat mulai membersihkan sisa lumpur yang mengendap di rumah masing-masing. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat cuaca yang masih belum bersahabat.
Di Kecamatan Beduai, banjir merendam Dusun Beringin dan Dusun Beduai di Desa Bereng Bekawat. Sebanyak 60 kepala keluarga terdampak dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter. Jalan Lintas Malindo yang menghubungkan Beduai dan Sekayam juga tergenang air setinggi 10 hingga 15 sentimeter dan masih memerlukan pemantauan intensif.
Dalam penanganan bencana ini, Koramil jajaran Kodim 1204/Sanggau bersinergi dengan Satgas Pamtas Yon Arhanud 1/Kostrad, BPBD, Polri, serta pemerintah daerah. Tim gabungan terus melakukan pengecekan langsung di lapangan, memantau perkembangan debit air, serta memastikan keselamatan warga di wilayah terdampak. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan korban jiwa akibat banjir.
Komandan Kodim 1204/Sanggau menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi selama 24 jam dan siap memberikan bantuan tambahan apabila kondisi memburuk. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor kepada aparat setempat jika terjadi kenaikan debit air atau kondisi darurat lainnya.
Hingga Minggu siang, hujan masih mengguyur sebagian wilayah Sanggau dan debit air di sejumlah titik belum menunjukkan tanda-tanda surut secara signifikan. Warga di daerah rawan banjir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.(*/Red)


