Post Top Ad

Teknologi

Nasional

Post Top Ad

KalbarSekitar Kita

MABT Pontianak Gelar Coffee Morning Bersama Polresta Pontianak Kota, Imbau Tidak Rayakan Cap Go Meh

PONTIANAK - Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kota Pontianak, menggandeng Polresta Pontianak Kota, menggelar Coffee Morning. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (9/2/2022) dimulai pada pukul 08.45 WIB di Cafe Teras Putih, Jalan Imam Bonjol, Pontianak.
 

 

Kegiatan ini mengangkat tema "Dalam Rangka Menciptakan Toleransi Umat Beragama yang Harmonis, Pembinaan Situasi Kamtibmas yang Damai dan Kondusif serta Imbauan Peniadaan Cap Go Meh 2573 Tahun 2022".
Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Kasat Binmas Polresta Pontianak, Kompol Gatot Purwanto, yang mewakili Kapolresta Pontianak, Kombospol Andi Herindra. Lalu Ketua MABT Kalbar, Hendry Pangestu Lim.
Tampak pula Kasi Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianal, Sri Supriyanti. Kemudian. pemerhati Budaya MABT, Rudi Renald. Perwakilam Pemadam Kebakaran Swasta Kota Pontianak, Perwakilan Yayasan Tionghoa, Pengurus MABT Kota Pontianak, dan Perwakilan Pengurus Peguyuban Sosial Marga Tionghua Indonesian Kalbar (PSMTI).
Dalam sambutannya, Ketua MABT Kota Pontianak, menyatakan pada tahun Harimau ini, kebetulan ditiadakan seluruh kegiatan Cap Go Meh. Hal ini mengingat wilayah Kota Pontianak sebagian sudah warna kuning dan orange untuk penyebaran virus Covid-19.
"Maka dari itu, saya mengingatkan agar kita selalu dapat menjaga kesehatan. Igtkan keluarga agar dapat selalu mencuci tangan dan menjaga kebersihan, jaga jarak dimana pun berada serta hindari kerumunan," ujarnya.
Sementara Kasi Kebudayaan Disdikbud Kota Pontianak, menyatakan pada tahun ini, tidak dapat melaksanakan kegiatan rutin dalam menyambut Imlek. Ia mengapresiasi masyarakat, yang harus selalu mendukung apa langkah pemerintah karena tentunya telah mengkaji terkait kebijakan dalam penanganan Covid-19.
"Saya mengapresiasi kepada kawan kawan dari panitia yang telah bersedia membatalkan pelaksanaan kegiatan festival pada tahun ini. Semoga tahun berikutnya kita akan bisa kembali melaksanakan kegiatan Festival Imlek yang merupakan salah satu ikon budaya yang rutin kita laksanakan," paparnya.
Sementara itu, Kasat Binmas Polresta Pontianak, menjelaskan, semua kegiatan memang agak sedikit terganggu. Hal ini, sudah seharusnya dilakukan, untyk membantu pemerintah dengan tetap melaksanakan imbauan dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19.
"Kita liat sendiri, saat ini tinggal 4 kelurahan yang hijau, karena setiap hari ada kenaikan positif dan terpapar virus Covid-19. Kita tidak menolak pelaksanaan kegiatan festival Imlek, namun kita harus mengurangi penyebaran virus Covid-19. Karena kita Pontianak merupakan pusat dari Kalimantan Barat," katanya.
Ia juga mengajak semua pihak, bersama-sama menjaga kesehatan dengan mengikuti vaksinasi, baik kepada orang tua dan juga anak-anak. Kompol Gatot juga mengimbau, agar semuanya merayakan secara khidmat, yaitu laksanakan silaturahmi secara wajar dan laksanakan ibadah seperti biasa.
"Kita berharap mudah-mudahan virus Covid-19 segera hilang di wilayah kita dan dimana pun. Mari bersama kita jaga agar perkembangan kasus penyebaran virus Covid-19 di wilayah kita segera hilang," tuturnya.
Pemerhati Budaya MABT, mengakui, saat ini situasi kesehatan yang kurang menguntungkan, maka semua pihak harus menyikapi bersama bagaimana menghadapi wabah ini. Karena hidup sehat adalah gambaran setiap orang. Namun pencegahan penyebaran penyakit tanggung jawab semua pihak.
"Perayaan Imlek dan Cap Go Meh kami meminimalisir tentang kegiatan, maka Cap Go Meh kita tidak laksanakan, hanya ibadah biasa. Kita terimakasih kepada Kapolresta, MABT, kepada semua yang telah tetap menjaga situasi hingga saat ini," pungkasnya. (*)

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad