Post Top Ad

Teknologi

Nasional

Post Top Ad

KalbarSekitar Kita

Pemkot Kota Pontianak Berikan Akta Kematian Bagi Korban Sriwijaya Air

PONTIANAK - Dua jenazah korban kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang merupakan warga Kota Pontianak, Khasanah (Ibu) dan Makrufatul Yeti Srianingsih (anak), tiba di Bandara Supadio Pontianak, Kubu Raya, Senin (18/1).
Isak tangis keluarga korban pecah tatkala dua buah peti jenazah tiba di rumah duka Gang Lamtoro, Jalur 3, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Senin (18/1). Para pelayat dan kerabat korban tampak larut dalam kesedihan.
 

 

"Sebenarnya ada juga jenazah suami dari Makrufatul, yaitu Mulyadi tetapi jenazahnya langsung dibawa ke Kabupaten Sintang," ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang turut menyambut kedatangan jenazah di rumah duka.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menyerahkan tali asih beserta dokumen kependudukan berupa akta kematian dan kartu keluarga. Dia berharap proses pemakaman berjalan lancar.
"Kita doakan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran dan kekuatan menghadapi cobaan ini," ucapnya.
Menurut Edi, warga Kota Pontianak korban Sriwijaya Air SJ-182 yang tercatat dalam data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak sejauh ini ada sebanyak 11 orang.
“Sementara ini sudah ada empat jenazah korban Sriwijaya Air yang telah tiba di Pontianak. Hingga saat ini pihak keluarga maupun Pemerintah Kota Pontianak masih menunggu jenazah lainnya," katanya.
Sebelumnya, Edi menegaskan pihaknya siap membantu pemakaman seluruh korban kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 asal Kota Pontianak saat menyerahkan secara simbolis santunan asuransi kecelakaan dari Jasa Raharja kepada orang tua ahli waris Ihsan Adhlan Hakim yang merupakan salah satu korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 di Pontianak pada Jumat (15/1) lalu.
"Untuk para korban yang akan dimakamkan di Kota Pontianak ini, kami selaku Pemkot Pontianak siap membantu kelancaran proses pemakaman," katanya.
Dalam kesempatan itu, menyatakan Pemkot Pontianak menyatakan bela sungkawa sebesar-besarnya atas terjadinya musibah kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 kepada pihak keluarga.
"Pemkot Pontianak menyatakan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian kecelakaan ini. Hal ini kami sampaikan kepada seluruh keluargan korban termasuk ananda Ihsan yang menjadi salah satu korbannya," kata Edi.
Dia berharap, selain Ihsan semua korban-korban lain agar dapat segera ditemukan dan dapat segera diidentifikasi, khususnya bagi para korban asal Kota Pontianak.
"Kami juga memohon doanya dari seluruh masyarakat, agar seluruh korban dapat ditemukan dan dapat dimakamkan sebagaimana mestinya. Dan kita semua juga harus berdoa agar kejadian musibah seperti ini tidak terjadi lagi, dan kepada keluarga korban semoga diberi kekuatan dan ketabahan dan korban juga kita doakan agar diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," katanya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak, Erma Suryani mengatakan, pihaknya telah menerbitkan akta kematian bagi korban yang telah teridentifikasi. Sejauh ini telah ada enam dokumen akta kematian yang telah diterbitkan oleh Disdukcapil Kota Pontianak.
"Kita telah serahkan enam dokumen kependudukan berupa akta kematian kepada keluarga korban," tuturnya.
Bagi korban yang belum teridentifikasi, pihaknya terus menunggu informasi dari pusat. Menurut Erma, memang data awal masuk ke Kota Pontianak, namun setelah dilakukan pengecekan pada data kependudukan atas nama Mulyadi masih tercatat sebagai warga Kabupaten Sintang.
"Kemudian untuk Putri Wahyuni, istri Ihsan Adhlan Hakim masih terdata sebagai warga Pekanbaru," ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Horisson, saat menerima kedua jenazah itu di Bandara Supadio Pontianak mengatakan, Pemprov Kalbar menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya.
“Mari kita berdoa bersama agar para korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air, termasuk kedua almarhumah yang juga dosen Polteknik Negeri Pontianak (Polnep) ini diterima amal ibadahnya," kata Horisson.
Usai diserahterimakan, kedua peti jenazah itu langsung dibawa ke rumah duka di Gang Lamtoro, Kota Pontianak dengan menggunakan mobil ambulans.
Menurut keluarga almarhumah, kata Horisson, kedua jenazah akan dimakamkan di makam keluarga yang berada di Punggur, Kabupaten Kubu Raya.
Horisson juga menyampaikan terima kasihnya kepada pihak terkait yang sudah membantu dalam melakukan pemulangan korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.(*)


Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad