SLIDER

header ads

Latihan Mandiri Hendra Rusady Siap Balapan

PONTIANAK - Pembalap muda Astra Motor Racing Team (ART) Kalimantan, Hendra Rusady (Eenk), terus menggenjot kemampuannya. Ia pun berlatih secara mandiri, di tengah pandemi virus corona (Covid-19) ini.
 
Siap balapan

Tampak pada unggahan Instagram Astra Motor Racing Team, Hendra menggunakan Honda CRF150L, berlatih di sirkuit Grasstrack. Hal ini dilakukan untuk menjaga performa dan kondisi tubuhnya.
“Harus terus berlatih, meski di tengah pandemi virus corona. Kami berlatih mandiri, bersama teman-teman. Tujuannya, agar siap saat balapan sudah diijinkan,” kata Eenk.
Prestasi Eenk, memang melejit pada musim Balap Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix Musim 2019. Pemilik nomor motor #279 ini, adalah Rookie kelas Expert bebek 150 tune up.
Pembalap muda asal Kalimantan Selatan (Kalsel) kelahiran, Pelaihari 12 November 1997 ini, berhasil meraih posisi ke dua juara umum Kejurnas Region C Kalimantan kelas 150 tune up Expert 2019, tepat di bawah sang senior, Yossie Legisadewo.
Selain itu, Eenk juga merupakan Juara Nasional Honda Dream Cup (HDC) 2019 di Kelas Supermoto 150 Tune Up Open. Dengan prestasi tersebut, menjadikan Hendra Eenk sebagai Rookie Seeded paling berbahaya di Motoprix Kalimantan.
Kembali membalap di Region C Kalimantan, bersama ART Kalimantan, yang didukung langsung oleh Astra Motor Pontianak, Hendra Eenk mampu tampil istimewa pada putaran pembuka Kejurnas Motoprix 2019 di Kutai Barat.
Hendra Eenk mampu meraih podium pada dua race kelas Expert (MP1). Pada race 1 Eenk mampu podium ketiga dibawah Arianto Tarzan (Reny Abadi) dan Sulung Giwa (Yamaha Aditama).
Pada race kedua, Eenk mampu memperbaiki posisinya dengan finish kedua dibawah Tarzan. Sementara itu Sulung Giwa pada race kedua finish di posisi ketiga.Karena Tarzan tahun ini balap di region II Jawa, tentunya poin Tarzan tidak dihitung untuk berebut gelar juara region. Jadi saat ini Eenk dan Sulung Giwa memimpin klasemen.
Perlu diketahui juga bahwa pasukan ART Kalimantan di musim 2019 sepertinya akan menjadi tim berbahaya di Region C Kalimantan. Pada kelas pemula A dan B sendiri, tim yang dikomandoi oleh Iwan Susilo selaku manajer ini mampu mendominasi.
Untuk informasi juga bahwa tim ART Kalimantan di perkuat oleh dua engine builder handal Indonesia yaitu Haris Sakty Mlethiz yang merupakan komandan MBKW2 serta Suhartanto “Kupret” dari Pride Racing.(*)

Posting Komentar

0 Komentar