SLIDER

header ads

Pemkab Melawi Berduka, Kibarkan Bendera Setengah Tiang

NANGA PINOH - Laman media sosial facebook dari Rabu (13/5) sore dibanjiri ucapan duka cita dan kesedihan usai kabar Bupati Melawi Periode 2010-2015, Firman Muntaco berpulang.
Berita mengejutkan ini sempat diwarnai kesimpangsiuran terkait kepastian wafatnya Ketua Pemuda Pancasila Kalbar ini. Namun, banyak orang, utamanya masyarakat Melawi memiliki kenangan istimewa terhadap tokoh yang dinilai memiliki banyak kawan dari berbagai kalangan ini.
 
Kibarkan bendera setengah tiang

Foto-foto Firman Muntaco, baik saat dirinya masih aktif sebagai Bupati Melawi hingga ia tak lagi menjabat beredar luas di facebook. Seiring memori kenangan almarhum Firman yang dikenal suka berkumpul dan ngopi di warkop ini, bukti nyata pembangunan di masanya menjabat sebagai kepala daerah juga masih berdiri kokoh hingga kini.
Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Melawi, Muhammad Abdurahman turut menyampaikan duka yang begitu dalam. Aab, sapaan akrabnya, bisa dikatakan menjadi tokoh muda yang cukup intens berkomunikasi dengan mendiang Firman Muntaco, baik dari masa sebelum menjadi Bupati Melawi hingga sebelum ia wafat.
“Beliau dalam memimpin sangat adil. Dan tidak ingin mendengar ada keluhan dari masyarakat. Malam pun almarhum akan perintahkan stafnya bila mendengar ada keluhan, termasuk di Pemuda Pancasila (PP). Beliau sangat perhatian, tegas dan berwibawa hingga mampu memimpin puluhan ribu anggota PP di Kalbar dengan berbagai macam karakter,” katanya.
Aab juga mengungkapkan sikap dan sifat almarhum yang spesial menurutnya adalah rasa kepeduliannya terhadap orang lain, ringan tangan dan mudah memberikan bantuan pada orang, tanpa peduli kenal atau tidak.
“Selain itu, sikap bergaulnya yang tidak semua pejabat bisa lakukan yakni sebagai penikmat kopi dan juga senang berkumpul dengan orang banyak. Ia kerap ngopi tanpa ada jarak sosial dan status. Dan ia juga kerap membayar semua minuman sebanyak apapun orang yang ngopi bersama almarhum,” kenangnya.
Karenanya, lanjut Aab, wafatnya almarhum Firman Muntaco mungkin tak hanya menjadi kehilangan bagi Pemuda Pancasila dan warga Melawi, tapi juga bagi masyarakat Kalbar. Aab pun menyempatkan diri turun dari Melawi untuk melayat langsung di tempat beliau dimakamkan.
“Hanya tak sempat singgah di rumah duka karena almarhum sudah dimakamkan, sehingga hanya singgah di pusara beliau saja,” katanya.
Pemkab Melawi pun menetapkan tiga hari sejak Kamis hingga Sabtu mendatang sebagai hari berkabung. Bupati Melawi, Panji sudah meminta agar seluruh kantor untuk mengibarkan bendera setengah tiang.
“Sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang jasa-jasa dari Almarhum Bapak H Firman Muntaco, maka kita minta menaikan bendera merah putih setengah tiang,” ujar Panji.
Panji menuturkan, Melawi saat ini telah kehilangan salah satu putra terbaik yang dimiliki Provinsi Kalbar. Menurutnya, sumbangsih Firman Muntaco terhadap daerah Melawi khususnya sangat besar dan tidak ternilai sejak menjabat Wakil Bupati Melawi, saat itu berpasangan dengan Almarhum Bapak Suman Kurik dan Bupati Melawi periode 2010-2015 berpasangan dengan dirinya. (*)

Posting Komentar

0 Komentar