KAYONG UTARA, KP – Bagi Safarida, menganyam bukan sekadar keterampilan untuk menghasilkan barang kebutuhan sehari-hari. Kerajinan yang telah ditekuninya sejak duduk di bangku sekolah dasar itu juga menjadi bagian dari tradisi yang ingin terus dipertahankan agar tidak hilang seiring berjalannya waktu.
Perajin asal Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, tersebut telah menghasilkan berbagai produk anyaman, mulai dari tikar, tas, kotak tisu, tempat pensil hingga perlengkapan rumah tangga lainnya. Pengalaman puluhan tahun membuatnya memahami bahwa keterampilan tradisional ini memiliki potensi untuk terus dikembangkan, selama mendapat perhatian dan dukungan yang memadai.
Semangat untuk mempertahankan kerajinan tersebut sejalan dengan upaya penguatan UMKM lokal yang diinisiasi Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP). Melalui kegiatan Penguatan Potensi UMKM Lokal Kabupaten Kayong Utara pada 17–20 Oktober 2026 di Hotel Mahkota Sukadana, para perajin didorong untuk meningkatkan keterampilan dan mengembangkan produk anyaman menjadi peluang usaha yang lebih luas.
Bagi Safarida, menjaga keberlangsungan anyaman berarti memastikan keterampilan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat tetap memiliki tempat. Pengembangan produk dan peningkatan kemampuan perajin menjadi penting agar kerajinan tradisional tidak hanya bertahan sebagai kebiasaan, tetapi juga tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan penguatan kapasitas tersebut juga memberikan kesempatan bagi perajin untuk mempelajari pengembangan produk dan pengelolaan usaha. Dengan pengetahuan yang lebih baik, mereka dapat memperbaiki kualitas hasil kerajinan sekaligus melihat peluang untuk meningkatkan nilai jual produk.
Safarida berharap kerajinan anyaman mendapat perhatian lebih besar sehingga para perajin dapat terus berkarya dan mengembangkan keterampilannya.
“Harapan saya semoga kedepannya lebih ada kemajuan lagi dan ada yang peduli terhadap pengrajin,” ungkap Safarida.
Harapan tersebut mencerminkan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi para perajin. Selain menjaga keterampilan tradisional, pengembangan kerajinan juga perlu membuka peluang pemasaran agar kegiatan menganyam tetap memberikan manfaat ekonomi bagi pelakunya.
External Relations Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, menyampaikan pelestarian potensi lokal perlu berjalan beriringan dengan pengembangan kemampuan masyarakat. KIPP berharap kerajinan anyaman Kayong Utara dapat terus berkembang melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, dan penguatan usaha para perajin.
“Kami berharap kerajinan anyaman Kayong Utara dapat terus dilestarikan sekaligus dikembangkan agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat. Dukungan terhadap para perajin penting agar keterampilan tradisional ini tetap terjaga dan dapat menjadi peluang usaha yang berkelanjutan,” ujar Sugeng.
Melalui penguatan UMKM lokal, KIPP mendorong agar kerajinan anyaman Kayong Utara tetap menjadi bagian dari identitas daerah sekaligus memiliki peluang untuk tumbuh sebagai produk bernilai ekonomi. Dengan perhatian dan pengembangan yang berkelanjutan, keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi diharapkan tidak hilang, melainkan terus hidup melalui karya para perajin lokal. (*/Red)
