![]() |
| Suasana event saat kabut asap |
PONTIANAK,KP - Kondisi udara berkabut asap dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu kenyamanan saat berkendara. Menghadapi situasi tersebut, Astra Motor Kalimantan Barat sebagai Main Dealer sepeda motor Honda dan bagian dari PT Astra International Tbk untuk wilayah Kalbar mengimbau seluruh pengguna sepeda motor, khususnya pengendara Honda, untuk mengedepankan keselamatan, termasuk keputusan untuk menunda perjalanan, menghindari paparan asap, serta melakukan tindakan pencegahan apabila perjalanan tidak dapat ditunda.
Kabut asap tidak hanya membuat pandangan menjadi terbatas, tetapi juga dapat menyebabkan mata perih, iritasi, serta gangguan pernapasan.
Oleh karena itu, pengendara perlu mempersiapkan diri dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan, sekaligus menyesuaikan cara berkendara dengan kondisi udara dan jalan yang dilalui.
Febri Andrian selaku Inspektur Safety Riding Astra Motor Kalimantan Barat mengingatkan pentingnya menerapkan teknik berkendara yang aman dan mengenali batas kemampuan diri ketika berada di tengah kabut asap.
“Pengendara harus mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta memastikan lampu kendaraan berfungsi dengan baik. Jika jarak pandang semakin terbatas, jangan mengambil risiko dengan tetap melanjutkan perjalanan. Berhentilah di tempat yang aman sampai kondisi memungkinkan untuk berkendara kembali,” jelasnya.
Sebelum memulai perjalanan, pengendara disarankan memeriksa informasi kualitas udara dan kondisi cuaca di rute yang akan dilalui. Apabila kabut asap sangat tebal atau kualitas udara memburuk, sebaiknya tunda perjalanan yang tidak mendesak.
Jika perjalanan tidak dapat ditunda, gunakan perlengkapan berkendara yang sesuai dan pilih rute yang lebih aman dengan paparan asap seminimal mungkin.
Saat berkendara, kurangi kecepatan dan jaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
Jarak pandang yang terbatas membuat pengendara membutuhkan waktu lebih untuk mengenali hambatan dan melakukan pengereman.
Hindari menyalip secara agresif, melakukan pengereman mendadak, maupun berpindah jalur tanpa memastikan kondisi sekitar.
Gunakan lampu utama sesuai ketentuan dan hindari penggunaan lampu jauh secara sembarangan karena pantulan cahaya dapat semakin mengganggu pandangan.
Perlengkapan berkendara juga perlu diperhatikan. Gunakan helm berstandar SNI dengan visor yang bersih dan tidak buram agar pandangan tetap optimal.
Masker yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel di udara, tetapi tidak menjamin perlindungan penuh dari polusi. Pastikan pula kondisi sepeda motor prima, terutama fungsi lampu, rem, dan ban yang menunjang keselamatan selama perjalanan.
Apabila kabut asap semakin tebal, pandangan tidak lagi memadai, atau pengendara mengalami mata perih, pusing, maupun gangguan pernapasan, jangan memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan.
Cari tempat berhenti yang aman dan jauh dari arus lalu lintas. Jika muncul sesak napas atau gejala serius lainnya, segera cari bantuan medis.
Melalui imbauan ini, Asmo Kalbar mengajak masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap perjalanan.
Keselamatan bukan hanya tentang kemampuan mengendalikan sepeda motor, tetapi juga tentang kesiapan diri, kepedulian terhadap kondisi lingkungan, dan keberanian mengambil keputusan untuk tidak berkendara ketika situasi tidak aman.(*/Red)
