![]() |
| Dorong Pengemudi Jadi Pelopor Keselamatan |
KUBU RAYA, KP – Mengejar pesanan dan waktu pengantaran tidak boleh mengalahkan keselamatan di jalan raya. Pesan ini menjadi perhatian Polres Kubu Raya saat membekali puluhan pengemudi ojek online (ojol) dan komunitas motor dengan pelatihan berkendara aman atau safety riding di lapangan uji praktik Satpas Polres Kubu Raya, Kamis (29/10).
Kegiatan yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kubu Raya tersebut merupakan bagian dari Operasi Patuh Kapuas 2026. Pesertanya berasal dari sejumlah layanan transportasi dan pengantaran daring, yakni Grab, Gojek, Maxim, ShopeeFood, KiteAntar, serta komunitas motor.
Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan edukasi mengenai penggunaan helm berstandar SNI, kelengkapan dokumen kendaraan, kepatuhan terhadap rambu-rambu, serta etika berlalu lintas. Mereka juga mengikuti praktik berkendara dengan pengawasan petugas untuk memahami dan menerapkan teknik berkendara yang aman.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia mengatakan, pengemudi ojol dan komunitas motor memiliki peran penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Intensitas aktivitas mereka di jalan raya membuat kesadaran terhadap keselamatan menjadi hal mendasar, bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
“Polisi Bersama Masyarakat, Wujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan. Ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen moral bagi kita semua. Polri tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan mitra strategis, termasuk rekan-rekan ojol dan komunitas motor yang setiap hari bersentuhan langsung dengan dinamika lalu lintas,” kata Rensa.
Menurutnya, kecelakaan lalu lintas dapat berawal dari pelanggaran yang dianggap sepele. Karena itu, setiap pengendara perlu membangun kebiasaan disiplin dan tidak mengabaikan aturan, termasuk ketika mengejar waktu untuk menyelesaikan pesanan.
Ia secara khusus mengingatkan para pengemudi yang menggantungkan penghasilan dari jalan raya agar selalu mengutamakan keselamatan, baik saat mengangkut penumpang maupun mengantarkan makanan.
“Keselamatan merupakan investasi yang paling utama. Ingatlah, keluarga tercinta menunggu kepulangan saudara dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Rensa berharap peserta dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan mematuhi rambu-rambu, menggunakan helm SNI, melengkapi dokumen kendaraan, serta memastikan kondisi dan perlengkapan kendaraan memenuhi standar keselamatan.
Selain edukasi berkendara, Polres Kubu Raya juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, servis sepeda motor gratis, serta pembagian sembako bagi peserta. Pelayanan tersebut menjadi bentuk kepedulian kepada para pengemudi ojol yang setiap hari mengandalkan kendaraan untuk mencari nafkah.
Perwakilan Paguyuban Ojol Korps Sportif Bersatu, Hariyanto, mengapresiasi pelatihan tersebut. Ia menilai edukasi safety riding membantu pengemudi meningkatkan pemahaman tentang pentingnya mematuhi aturan dan menjaga keselamatan saat bekerja.
“Alhamdulillah, sampai hari ini saya sudah mengikuti dua kali safety riding. Pertama di Auditorium Untan dan kedua di Polres Kubu Raya ini. Sekali lagi, kami menyampaikan terima kasih kepada Polres Kubu Raya yang sangat peduli terhadap komunitas ojol, khususnya terkait keselamatan di jalan raya,” ujar Hariyanto.
Melalui kegiatan ini, Polres Kubu Raya berharap kesadaran berlalu lintas tidak berhenti pada pelatihan, tetapi diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Pengemudi ojol dan komunitas motor diharapkan mampu menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.(*/Red)
