![]() |
| Cairan X-Fire digunakan untuk Pemadaman Karhutla di Lahan Gambut |
KUBU RAYA, KP – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah rawan gambut terus dikembangkan Polres Kubu Raya. Salah satu metode yang diuji yakni penggunaan cairan pemadam X-Fire untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus memastikan bara di bawah permukaan gambut benar-benar dapat dikendalikan.
Uji coba tersebut dilakukan Polres Kubu Raya bersama Tim Operasi Aman Nusa II di empat kecamatan yang dinilai memiliki kerawanan karhutla, yakni Sungai Raya, Rasau Jaya, Sungai Ambawang dan Sungai Kakap.
Penggunaan X-Fire menjadi bagian dari uji coba taktis untuk mengukur efektivitas cairan pemadam tersebut ketika diterapkan pada karakteristik lahan gambut. Kondisi gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meski api yang terlihat di permukaan telah berhasil dipadamkan.
Dalam pengujian tersebut, sebanyak 1.000 liter campuran X-Fire digunakan dengan komposisi 200 liter cairan X-Fire dan 800 liter air atau perbandingan 1:10. Formula itu diuji untuk melihat kemampuannya membasahi sekaligus menembus lapisan gambut sehingga proses pemadaman dan pendinginan dapat berlangsung lebih optimal.
Selain memadamkan api, penggunaan X-Fire diarahkan untuk mempercepat proses pendinginan atau cooling down dengan menekan suhu dan titik panas yang masih tersisa. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah bara kembali menyala setelah api di permukaan berhasil dikendalikan.
Cairan tersebut juga diuji dalam upaya mengurangi produksi asap yang menjadi salah satu dampak utama kebakaran lahan gambut. Formula X-Fire dirancang untuk membantu mengikat material sekaligus menghambat suplai oksigen sehingga bara dapat dikendalikan secara lebih efektif.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan penggunaan X-Fire merupakan bagian dari upaya mencari metode pemadaman yang lebih efektif untuk diterapkan di wilayah dengan potensi karhutla tinggi.
“Penggunaan X-Fire dilakukan di tiga kecamatan rawan karhutla, yakni Sungai Raya, Rasau Jaya, Sungai Ambawang dan Sungai Kakap. Uji coba ini untuk melihat efektivitasnya dalam mempercepat pemadaman, pendinginan, serta mengurangi potensi munculnya kembali titik panas,” kata Ade, Senin (14/9/26).
Menurutnya, pengujian di sejumlah lokasi dengan karakteristik lahan berbeda diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan formula tersebut ketika diterapkan secara langsung di lapangan. Hasil pengujian selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan metode penanganan karhutla yang lebih cepat dan efisien.
Uji coba X-Fire juga menjadi bagian dari asesmen terhadap metode pemadaman di lahan gambut yang memiliki tingkat kesulitan berbeda. Formula yang berbahan dasar CPO dan tepung tapioka tersebut diharapkan dapat memberikan data lapangan untuk mendukung penyusunan strategi mitigasi karhutla dalam jangka panjang.
Bagi wilayah yang setiap tahun menghadapi ancaman karhutla, keberhasilan pemadaman tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjinakkan api di permukaan. Pengendalian bara yang masih berada di dalam lapisan gambut serta memastikan suhu dan titik panas benar-benar turun menjadi faktor penting untuk mencegah api kembali muncul.
Melalui uji coba tersebut, Polres Kubu Raya berupaya mendapatkan metode yang dapat memperkuat penanganan karhutla, khususnya pada wilayah gambut yang membutuhkan proses pemadaman dan pendinginan lebih menyeluruh.(*/Red)
