![]() |
| Smartwatch untuk memantau sinyal tubuh di tengah aktivitas sehari-hari |
PONTIANAK, KP – Tubuh terus mengirimkan berbagai sinyal di tengah aktivitas sehari-hari. Detak jantung yang meningkat menjelang tenggat pekerjaan, pola napas yang berubah saat menghadapi kemacetan, hingga kualitas tidur yang perlahan menurun menjadi tanda yang kerap dirasakan, tetapi belum tentu dipahami secara menyeluruh.
Memahami sinyal tersebut menjadi semakin penting ketika masyarakat menjalani rutinitas dengan mobilitas tinggi. Sekadar mengetahui perubahan kondisi tubuh dinilai belum cukup tanpa adanya pemahaman mengenai apa yang perlu dilakukan untuk meresponsnya.
Samsung melihat teknologi memiliki peran dalam membantu pengguna memahami kondisi tubuh secara lebih sederhana dan intuitif. Teknologi tidak semestinya membuat manusia semakin sibuk mengolah data, tetapi justru membantu menerjemahkan informasi tersebut menjadi panduan yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui ekosistem Galaxy, pengalaman kesehatan dikembangkan tidak hanya sebagai aktivitas memantau kondisi tubuh dari pergelangan tangan, tetapi sebagai pengalaman yang saling terhubung antara perangkat wearable, smartphone, serta teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).
Kombinasi smartwatch dan AI memungkinkan data kesehatan yang dikumpulkan perangkat diolah menjadi informasi yang lebih mudah dipahami dan dapat membantu pengguna menentukan tindakan. Analisis yang lebih proaktif dapat memberikan gambaran mengenai kondisi tubuh, termasuk kapan tubuh berada dalam kondisi siap beraktivitas dan kapan membutuhkan waktu untuk beristirahat serta memulihkan diri.
Pendekatan tersebut menyesuaikan dengan ritme kehidupan setiap pengguna yang berbeda. Sebagian orang memiliki aktivitas luar ruangan dengan tuntutan fisik tinggi, sementara lainnya harus menjaga keseimbangan di tengah pekerjaan yang padat atau menjalani mobilitas tinggi setiap hari.
Bagi pengguna yang aktif di luar ruangan dan membutuhkan perangkat dengan tingkat durabilitas tinggi, Samsung menghadirkan kombinasi Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Z Fold8 Ultra. Perangkat tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas dalam berbagai kondisi sekaligus membantu pengguna memantau performa fisik.
Sementara bagi pekerja profesional dengan jadwal yang padat, Galaxy Watch9 dan Galaxy Z Fold8 menghadirkan dukungan melalui fitur Daily Cardio Load dan Fitness Index. Fitur tersebut membantu pengguna mendapatkan gambaran mengenai kondisi kebugaran dan beban aktivitas sehingga dapat mempertimbangkan kapan perlu meningkatkan aktivitas maupun memberikan tubuh waktu untuk pemulihan.
Ekosistem Galaxy juga dirancang untuk pengguna dengan mobilitas tinggi yang mengutamakan kepraktisan. Galaxy Watch9 dan Galaxy Z Flip8 memungkinkan akses terhadap berbagai informasi kesehatan secara lebih ringkas sepanjang hari, sehingga pemantauan kondisi tubuh dapat dilakukan tanpa harus mengganggu aktivitas utama.
Tak hanya kesehatan, integrasi AI juga menjadi bagian dari upaya Samsung membuat interaksi dengan perangkat semakin intuitif. Galaxy Watch menghadirkan integrasi Gemini melalui fitur Raise to Talk, yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan AI berbasis suara secara hands-free.
Melalui fitur tersebut, pengguna dapat mengakses informasi maupun menyelesaikan berbagai kebutuhan harian dari pergelangan tangan tanpa harus terus-menerus mengalihkan perhatian dari aktivitas yang sedang dilakukan. Informasi mengenai jadwal hingga pengingat harian dapat diakses melalui interaksi suara, sementara kebutuhan yang memerlukan tampilan lebih luas dapat dilanjutkan melalui perangkat Galaxy dengan layar yang lebih besar.
Pendekatan ini memperlihatkan arah pengembangan smartwatch yang tidak lagi sekadar berfungsi sebagai alat pemantau pasif. Dengan dukungan AI, perangkat dapat berperan sebagai asisten yang membantu pengguna menyelesaikan kebutuhan secara lebih proaktif, sekaligus menjaga interaksi dengan teknologi tetap sederhana.
Samsung menilai perbedaan profil dan kebutuhan pengguna tidak mengubah prinsip utama pengembangan ekosistem Galaxy, yakni menghadirkan teknologi yang dapat berjalan seirama dengan kehidupan sehari-hari. Kepemimpinan teknologi tidak hanya diukur dari seberapa pintar sebuah perangkat, tetapi juga dari kemampuan ekosistem dalam mengubah data menjadi panduan yang dapat digunakan secara nyata.
Pada akhirnya, pemanfaatan teknologi untuk kesehatan bukan semata-mata tentang mengejar setiap angka atau metrik yang tampil di layar. Hal yang lebih penting adalah membantu pengguna memahami kebutuhan tubuh secara bijak dan mengambil tindakan yang sesuai.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi diharapkan tidak membuat manusia semakin terpaku pada layar. Sebaliknya, teknologi dapat bekerja secara intuitif di balik aktivitas sehari-hari, memberikan informasi ketika dibutuhkan dan membantu pengguna kembali menikmati kehidupan di luar layar. Kesehatan pun tidak lagi berhenti di pergelangan tangan, tetapi menjadi bagian dari pengalaman yang terhubung dalam keseharian.(*/Red)
