![]() |
| Ni Kadek Dhinda Tersingkir di Babak 16 |
PONTIANAK, KP – Langkah Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi di POLYTRON Pontianak Indonesia Masters 2026 terhenti di babak 16 besar. Tunggal putri Indonesia itu harus mengakui keunggulan unggulan keempat asal Kanada, Rachel Chan, dua gim langsung, Kamis (3/9/2026).
Dhinda kalah dengan skor 19-21, 17-21 dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Permainan Rachel yang banyak mengandalkan spekulasi dan berusaha menghindari rally menjadi salah satu kendala bagi Dhinda yang lebih nyaman dengan pola permainan panjang.
“Lawan bermain dengan banyak spekulasi dan tidak mau diajak rally, sementara tipe permainan saya adalah rally,” ujar Dhinda.
Dhinda mengaku sempat mendapatkan beberapa peluang ketika Rachel melakukan kesalahan langkah. Namun, lawannya mampu mengembalikan bola dengan baik sehingga justru membuat Dhinda kehilangan kesiapan dalam mengantisipasi arah permainan berikutnya.
“Tadi sebenarnya ada beberapa kali dia mati langkah tapi masih bisa membalikkan bola dan balikannya itu malah bagus dan saya posisinya malah tidak siap,” katanya.
Memasuki poin-poin akhir gim pertama, Rachel meningkatkan tempo permainan dengan berusaha menyelesaikan rally lebih cepat. Dhinda sebenarnya sudah mengantisipasi pola tersebut, tetapi pergerakan kakinya belum cukup cepat untuk mengimbanginya.
“Di poin-poin akhir gim pertama itu dia berusaha mempercepat permainan, mau langsung mematikan saya terus. Saya sudah antisipasi tapi memang pergerakan kakinya kurang cepat,” tutur Dhinda.
Kekalahan tersebut menjadi evaluasi bagi Dhinda, terutama dari sisi fisik dan daya tahan. Terlebih, agenda Asian Games yang sudah semakin dekat membuatnya ingin memanfaatkan waktu setelah kembali ke Jakarta untuk meningkatkan kondisi fisik.
“Asian Games jaraknya tidak lama lagi dan setelah kembali ke Jakarta, saya mau menambah fisik dan daya tahan,” ucapnya.
Dengan hasil ini, Dhinda harus mengakhiri perjuangannya di turnamen Super 100 tersebut. Fokus berikutnya diarahkan pada persiapan fisik untuk menghadapi agenda kompetisi selanjutnya, termasuk Asian Games.
