| Polytron International Challenge 2026 Hadirkan Atlet dari 17 Negara |
PONTIANAK, KP - Kota Pontianak bersiap menjadi pusat perhatian pecinta bulutangkis nasional dan internasional. Polytron Pontianak International Challenge 2026 akan berlangsung pada 25 hingga 30 Agustus 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat.
Kejuaraan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat Kalimantan Barat untuk menyaksikan secara langsung persaingan pebulutangkis dari berbagai negara. Turnamen ini merupakan hasil kolaborasi Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) dan Pengprov PBSI Kalimantan Barat dengan dukungan Polytron sebagai sponsor utama.
Masuk dalam kalender resmi Badminton World Federation (BWF) dengan kategori International Challenge, kejuaraan ini menyediakan total hadiah sebesar US$20.000. Selain menjadi arena persaingan untuk meraih gelar juara, turnamen tersebut juga memberikan kesempatan kepada para pemain untuk mengumpulkan poin peringkat dunia.
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak International Challenge 2026, Yuni Kartika, mengatakan penyelenggaraan turnamen internasional di Pontianak merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak sekaligus bentuk komitmen untuk menghadirkan kompetisi berkualitas di daerah.
“Kami merasa bangga dan bersyukur Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan bulutangkis internasional yang masuk dalam kalender BWF. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi panggung bagi para atlet untuk berkompetisi, mengembangkan kemampuan, dan mengumpulkan poin peringkat dunia, tetapi juga kami harapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan lahirnya talenta-talenta baru yang kelak mampu bersinar di panggung bulutangkis dunia,” ujar Yuni.
Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan tersebut tidak hanya diarahkan untuk kepentingan olahraga. Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan pendukung dari berbagai negara juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap pariwisata dan perekonomian daerah sekaligus memperkenalkan Pontianak serta Kalimantan Barat kepada masyarakat internasional.
Persaingan pada Polytron Pontianak International Challenge 2026 dipastikan semakin menarik dengan kehadiran peserta dari 17 negara. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, terdapat wakil dari Taipei, India, Malaysia, Thailand, Australia, Brunei Darussalam, Korea, Selandia Baru, Inggris, Jepang, Slovakia, Singapura, Kanada, Amerika Serikat, Prancis, dan Portugal.
Indonesia menjadi negara dengan jumlah entri terbanyak. Setelah itu disusul India, Taipei, Malaysia, Thailand, dan Singapura. Keberagaman peserta tersebut diharapkan menciptakan atmosfer pertandingan yang kompetitif sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi para atlet Indonesia untuk berhadapan dengan pemain dari berbagai negara.
Ketua Pengprov PBSI Kalimantan Barat Joko Sularso mengatakan, turnamen internasional tersebut menjadi momentum penting bagi Kalimantan Barat untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga bertaraf internasional.
“Penyelenggaraan Polytron Pontianak International Challenge 2026 dan POLYTRON Pontianak Indonesia Masters 2026 menjadi momentum penting bagi Kalimantan Barat untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah kejuaraan bulutangkis bertaraf internasional,” kata Joko.
Ia menilai kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan tamu dari berbagai negara merupakan kesempatan bagi Kalimantan Barat untuk memperkenalkan Pontianak kepada dunia. Karena itu, pihaknya berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung aman, lancar, dan sukses serta memberikan manfaat bagi perkembangan bulutangkis maupun masyarakat dan daerah.
Dari sisi persaingan, sejumlah wakil Indonesia juga akan menjadi perhatian. Para pemain tuan rumah akan memanfaatkan turnamen tersebut untuk menambah jam terbang sekaligus mengejar tambahan poin ranking BWF.
Di sektor tunggal putra, Indonesia menurunkan Richie Duta Richardo, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah, Christian Adinata, dan Chico Aura Dwi Wardoyo. Sementara pada tunggal putri terdapat Chiara Marvella Handoyo dan Dalila Aghnia Puteri.
Persaingan sektor ganda juga diperkirakan berlangsung sengit.
Indonesia diperkuat pasangan Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino, Dexter Farrell/Anselmus Breagit Fredy Prasetya, serta Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo di ganda putra. Pada ganda putri, Indonesia menurunkan Siti Sarah Azzahra/Velisha Christina, Ester Nurumi Tri Wardoyo/Lanny Tria Mayasari, serta Halifia Usni Pratiwi/Selsi Josika.
Sementara itu, sektor ganda campuran akan diwakili Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa, serta Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana.
Kehadiran para wakil Indonesia tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Pontianak. Penonton berkesempatan menyaksikan langsung pertandingan dengan atmosfer internasional sekaligus memberikan dukungan kepada para pemain Indonesia yang berlaga di hadapan publik tuan rumah.
Bagi PP PBSI, penyelenggaraan turnamen di Pontianak juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap kompetisi berkualitas di berbagai daerah. Dengan demikian, para pemain Indonesia memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional tanpa harus selalu mengikuti turnamen di luar negeri.
Atmosfer kompetisi internasional yang hadir di Pontianak juga diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi atlet-atlet muda Kalimantan Barat. Pertandingan dengan pemain dari berbagai negara dapat menjadi pengalaman berharga sekaligus memotivasi generasi muda untuk menekuni bulutangkis dan mengejar prestasi di tingkat nasional maupun dunia.
Dukungan Polytron sebagai sponsor utama menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Keterlibatan perusahaan tersebut sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan olahraga nasional, khususnya bulutangkis yang selama ini menjadi salah satu cabang olahraga yang mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.
Public Relations Manager Polytron, Kenny Meigar, mengatakan dukungan terhadap Polytron Pontianak International Challenge 2026 merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam menciptakan ruang bagi atlet Indonesia untuk berkembang dan mengukir prestasi.
“Dukungan kami terhadap Polytron Pontianak International Challenge 2026 merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam memajukan olahraga nasional, khususnya bulutangkis yang telah menjadi salah satu sumber kebanggaan Indonesia di panggung dunia,” ujar Kenny.
Ia berharap kehadiran Polytron dapat memberikan dukungan positif bagi para atlet sekaligus memperkuat semangat kebersamaan untuk terus menciptakan kebanggaan bagi Indonesia. Menurutnya, kebanggaan tidak hanya lahir dari podium, tetapi juga dari setiap langkah dan perjuangan untuk memberikan yang terbaik bagi negeri.
Selain menghadirkan persaingan atlet internasional, penyelenggara juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat Pontianak dan sekitarnya untuk menyaksikan pertandingan secara langsung. Harga tiket ditetapkan Rp20.000 dan berlaku sama mulai babak awal hingga final. Setiap pembelian tiket juga mendapatkan voucher makanan dan minuman senilai Rp10.000.
Tiket dapat diperoleh melalui tiket.com maupun pembelian langsung di Tiket Box GOR Terpadu Ahmad Yani yang dibuka 120 menit sebelum pertandingan dimulai. Harga yang relatif terjangkau tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak masyarakat untuk memenuhi tribun dan menciptakan atmosfer pertandingan yang meriah.
Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir langsung ke arena pertandingan, keseruan Polytron Pontianak International Challenge 2026 juga dapat disaksikan melalui siaran langsung iNews TV. Babak semifinal akan disiarkan pada Sabtu, 29 Agustus, sedangkan babak final berlangsung Minggu, 30 Agustus, mulai pukul 13.00 WIB.
Dengan hadirnya atlet dari 17 negara, dukungan penonton, serta keterlibatan berbagai pihak, Polytron Pontianak International Challenge 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi kompetisi bulutangkis internasional.
Kejuaraan ini juga menjadi momentum bagi Pontianak dan Kalimantan Barat untuk memperkuat posisi sebagai daerah yang mampu menggelar event olahraga berskala internasional sekaligus membuka peluang lebih besar bagi perkembangan olahraga, pariwisata, dan ekonomi daerah.(*/Red)