Menhut Tinjau Karhutla di Rasau Jaya, Kodam XII/Tpr Tegaskan Sinergi Jadi Kunci Penanganan

Kodam XII/Tpr Tegaskan Sinergi Jadi Kunci Penanganan

KUBU RAYA, KP -Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat terus diperkuat melalui sinergi lintas instansi. Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni bersama jajaran Kodam XII/Tanjungpura meninjau langsung kondisi Karhutla di Desa Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya, Senin (24/8/2026).

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan langkah penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Barat. Kasdam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.I.P., M.Si., menyambut dan mendampingi langsung Menteri Kehutanan selama kegiatan di lapangan.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi terkini lokasi terdampak Karhutla sekaligus memastikan upaya pemadaman dan pencegahan yang dilakukan tim gabungan berjalan efektif. Di lokasi, rombongan juga melihat secara langsung upaya personel Satgas Karhutla yang masih melakukan penanganan terhadap dampak kebakaran.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, berdasarkan data terbaru, jumlah titik panas atau hotspot di Kalimantan Barat menunjukkan tren penurunan. Saat ini tercatat sebanyak 28 titik panas.

“Di Kalimantan Barat ini hotspot-nya sekali lagi sudah turun, tinggal 28. Tapi seperti teman-teman media lihat di sini, tidak ada lagi apinya, tapi asapnya masih tetap ada,” kata Raja Juli saat meninjau lokasi.

Meski terjadi penurunan jumlah hotspot, kondisi tersebut menurutnya tidak boleh membuat seluruh pihak mengurangi kewaspadaan. Karhutla merupakan persoalan yang dinamis sehingga kondisi di lapangan dapat berubah dalam waktu singkat.

Raja Juli menegaskan, penurunan angka hotspot tidak serta-merta menunjukkan bahwa ancaman Karhutla telah berakhir. Bahkan ketika titik api sudah tidak terlihat, asap yang masih tersisa menunjukkan perlunya penanganan dan pemantauan secara berkelanjutan.
“Data per malam tadi, pukul 23.59 WIB, titik api di Kalimantan sudah bergeser. Turunnya angka titik panas atau hotspot ini tidak membuat kita abai, tidak waspada. Karena datanya sekali lagi sangat dinamis,” tegasnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla di Kalimantan Barat. Pemantauan titik rawan dan kesiapsiagaan personel tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di tengah kondisi lahan yang rentan terbakar.

Kasdam XII/Tpr Brigjen TNI Bambang Sujarwo menegaskan bahwa Kodam XII/Tanjungpura berkomitmen mendukung penuh upaya pemerintah dalam menanggulangi Karhutla di Kalimantan Barat.

Menurutnya, jajaran Kodam XII/Tpr telah menyiagakan personel Satgas Karhutla beserta alat utama sistem senjata (alutsista) di sejumlah wilayah rawan. Kesiapsiagaan tersebut diarahkan untuk mendukung pemadaman dari darat sekaligus melakukan langkah pencegahan sedini mungkin.

“Kodam XII/Tpr berkomitmen penuh mendukung upaya penanggulangan Karhutla di Kalbar. Kami telah menyiagakan personel Satgas dan alutsista di berbagai titik rawan untuk melakukan pemadaman darat maupun pencegahan dini,” tegas Brigjen TNI Bambang Sujarwo.

Ia menekankan, penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu institusi secara sendiri-sendiri. Kompleksitas persoalan di lapangan membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, pemadam kebakaran, masyarakat, serta berbagai unsur terkait lainnya.
“Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, sinergi semua pihak adalah kunci utama agar titik api dapat dipadamkan secara cepat dan tidak meluas,” ujarnya.

Kunjungan Menteri Kehutanan bersama jajaran Kodam XII/Tpr tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya koordinasi dalam menghadapi ancaman Karhutla di Kalimantan Barat. Selain pemadaman, upaya pencegahan dan pemantauan juga menjadi bagian penting untuk memastikan titik api tidak kembali berkembang.

Dengan tren hotspot yang mulai menurun namun asap yang masih ditemukan di sejumlah lokasi, kewaspadaan tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah dan unsur terkait diharapkan terus memperkuat koordinasi serta memastikan personel di lapangan dapat bergerak cepat ketika ditemukan indikasi kebakaran.

Peninjauan di Rasau Jaya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa keberhasilan penanganan Karhutla tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memadamkan api, tetapi juga kecepatan deteksi, kesiapsiagaan personel, koordinasi lintas sektor, serta pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas. (*/Red) 

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

ads

نموذج الاتصال