![]() |
| Warga Perbatasan Sukarela Serahkan Senjata Api Rakitan |
SAMBAS,KP – Pendekatan persuasif dan komunikasi sosial yang terus dilakukan personel Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani kembali membuahkan hasil positif. Seorang warga Desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, secara sukarela menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan kepada personel Pos Sei Bening, Minggu (5/7).
Penyerahan senjata api rakitan jenis Bowman oleh warga berinisial AM (47), yang berprofesi sebagai petani, menjadi bukti meningkatnya kesadaran hukum masyarakat di wilayah perbatasan. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan efektivitas pendekatan humanis yang dikedepankan Satgas dalam memberikan edukasi mengenai bahaya kepemilikan senjata api ilegal.
Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani, Letkol Arm Hanafi Solaeman, S.I.P., M.S.S.S., M.O.S., menjelaskan bahwa penyerahan senjata api tersebut berawal dari kegiatan komunikasi sosial yang rutin dilakukan personel Pos Sei Bening kepada masyarakat. Melalui dialog langsung dari rumah ke rumah, personel memberikan pemahaman mengenai risiko keselamatan maupun konsekuensi hukum atas kepemilikan senjata api tanpa izin.
"Warga sadar bahwa menyimpan senjata api, meskipun untuk berburu, memiliki risiko keselamatan yang besar dan melanggar hukum. Kesadaran inilah yang menggerakkan Saudara AM untuk menyerahkannya secara sukarela kepada kami," ujar Hanafi.
Senjata api rakitan jenis Bowman kaliber 12 milimeter yang diserahkan tersebut dalam kondisi baik, tidak memiliki nomor registrasi, serta tidak dilengkapi amunisi. Setelah menerima penyerahan, personel Satgas segera melakukan prosedur sesuai ketentuan, mulai dari pendataan identitas penyerah, dokumentasi, hingga pengamanan barang bukti.
Selanjutnya, senjata api tersebut akan diproses secara administratif sebelum dilaporkan kepada komando atas untuk penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hanafi memberikan apresiasi atas sikap kooperatif yang ditunjukkan warga. Menurutnya, tindakan tersebut menjadi contoh positif bagi masyarakat lainnya agar tidak lagi menyimpan senjata api ilegal dan bersama-sama menjaga keamanan wilayah perbatasan.
"Kami akan terus konsisten merangkul masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Saya juga mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif dengan tidak menyimpan atau menggunakan senjata api ilegal," katanya.
Keberhasilan pendekatan humanis Satgas Yonarmed 19/Bogani juga mendapat apresiasi dari Panglima Komando Tugas Gabungan Pengamanan Perbatasan Wilayah Darat XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si. Menurutnya, kesediaan warga menyerahkan senjata api secara sukarela merupakan bukti bahwa kehadiran TNI di kawasan perbatasan tidak hanya menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga berhasil membangun kepercayaan masyarakat.
Ia menilai pendekatan yang mengedepankan dialog dan pembinaan menjadi fondasi penting dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif di wilayah perbatasan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


