Pangdam XII/Tanjungpura Lepas Satgas Pamtas dan Musnahkan Barang Bukti Kejahatan Lintas Negara

Pangdam XII/Tanjungpura Lepas Satgas Pamtas dan Musnahkan Barang Bukti Kejahatan Lintas Negara

KUBU RAYA, KP – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., memimpin upacara pelepasan purna tugas Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia di Lapangan Tidayu, Makodam XII/Tanjungpura, Kabupaten Kubu Raya, Senin (6/7). Pada kesempatan yang sama, Pangdam juga memimpin pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan berbagai tindak kejahatan lintas negara selama pelaksanaan operasi pengamanan perbatasan.

Upacara pelepasan menandai berakhirnya masa tugas personel Satgas Pamtas dari Yonarhanud 1/Purwa Bajra Cakti Kostrad dan Yonkav 3/Andaka Cakti yang telah menjalankan misi pengamanan perbatasan RI–Malaysia selama kurang lebih satu tahun. Tugas tersebut selanjutnya dilanjutkan oleh personel Satgas dari Yonarmed 13/Nanggala dan Yonarmed 19/Bogani.

Rangkaian kegiatan turut dihadiri unsur TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian, Kejaksaan, Bea Cukai, dan Imigrasi sebagai bentuk sinergi dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan berbagai pelanggaran hukum selama masa penugasan Satgas Pamtas. Barang bukti tersebut terdiri atas 55.352,9 gram sabu, 12.169,5 gram ganja beserta dua linting ganja, 30 butir ekstasi, 52 pucuk senjata api rakitan yang meliputi 17 pucuk lantak, 30 pucuk bowman, dan lima pucuk pistol rakitan. Selain itu turut dimusnahkan 51 butir munisi bowman, satu butir munisi mortir, 1,598 kilogram sisik trenggiling, serta 312 botol minuman keras ilegal.

Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menegaskan bahwa wilayah perbatasan darat RI–Malaysia merupakan kawasan strategis yang memerlukan pengawasan secara berkelanjutan untuk menjaga kedaulatan negara sekaligus mencegah berbagai bentuk kejahatan lintas negara.

"Hari ini kita melaksanakan pemusnahan barang-barang bukti yang menjadi hasil dari penugasan Satgas, serta dukungan dari stakeholder yang ada. Ini sebagai bentuk komitmen kita dalam pelaksanaan tugas pengamanan perbatasan, bahwa daerah wilayah perbatasan itu memerlukan perhatian dan atensi, terutama dari aspek kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Menurut Pangdam, posisi wilayah perbatasan sangat rawan dimanfaatkan sebagai jalur masuk berbagai aktivitas ilegal sehingga membutuhkan pengawasan yang konsisten dari seluruh aparat terkait.

"Tentunya kita harus menjaga teritorial yang ada, karena itu adalah salah satu pintu masuknya kegiatan-kegiatan transnational crime, seperti narkoba, hewan langka, minuman keras, maupun kegiatan ilegal lainnya," katanya.

Ia memastikan pengamanan kawasan perbatasan akan terus menjadi prioritas TNI dan dilakukan secara terpadu bersama kementerian maupun lembaga terkait.

"Kegiatan ini akan terus berlanjut selama kegiatan pengamanan perbatasan maupun selama NKRI ini ada. Kita akan terus melaksanakan pengamanan wilayah perbatasan, khususnya sektor darat. Di wilayah lain juga menjadi perhatian sesuai tugas masing-masing matra, baik TNI AL maupun TNI AU, dengan dukungan kementerian dan lembaga terkait dalam upaya pencegahan berbagai tindak kejahatan lintas negara," tegasnya.

Melalui pergantian satuan tugas dan pemusnahan barang bukti tersebut, Kodam XII/Tanjungpura menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kedaulatan wilayah perbatasan sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga dalam memberantas penyelundupan narkotika, peredaran senjata api ilegal, perdagangan satwa dilindungi, serta berbagai bentuk kejahatan transnasional lainnya.(*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال