![]() |
| Opening Ceremony Saprahan Khatulistiwa 2026 dengan makan bersama |
PONTIANAK,KP – Di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang masih penuh tantangan, stabilitas ekonomi Kalimantan Barat tetap terjaga. Kebijakan pemerintah dalam mengendalikan harga, termasuk menjaga stabilitas BBM subsidi, dinilai mampu mempertahankan daya beli masyarakat sekaligus menopang iklim usaha di sektor riil.
Dalam konteks tersebut, Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat perannya sebagai katalisator pembangunan ekonomi daerah, khususnya melalui pengembangan UMKM agar semakin naik kelas dan berdaya saing. Berbagai program dijalankan secara terintegrasi, mulai dari pengembangan klaster berbasis Good Agriculture Practice, inkubasi bisnis, digitalisasi UMKM, hingga fasilitasi business matching pembiayaan dan pemasaran.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Saprahan Khatulistiwa 2026 yang kembali digelar sebagai flagship event tahunan. Memasuki tahun keenam penyelenggaraan dan tahun kedua kolaborasi dengan Kalbar Food Festival, kegiatan ini mengusung tema “Mendorong Transformasi UMKM dan Pariwisata untuk Kalimantan Barat yang Berdaya Saing”.
Tema ini mencerminkan tiga fokus utama, yakni penguatan kelembagaan UMKM agar terintegrasi dalam rantai pasok yang lebih luas, sinergi pengembangan UMKM dan pariwisata untuk memperluas akses pasar, serta penguatan keuangan inklusif melalui pemanfaatan teknologi digital, termasuk sistem pembayaran berbasis QRIS.
Di tengah tantangan ekonomi tahun 2026, Bank Indonesia optimistis penyelenggaraan tahun ini mampu mencatatkan kinerja positif. Target yang ditetapkan meliputi realisasi business matching pembiayaan sebesar Rp2,65 miliar dan penjualan Rp2,10 miliar, keterlibatan 30 UMKM dalam program inkubasi berorientasi ekspor, serta kunjungan lebih dari 21 ribu masyarakat.
Untuk mencapai target tersebut, rangkaian kegiatan dirancang secara komprehensif melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Sejumlah agenda pre-event telah dilaksanakan, mulai dari forum Temu UMKM, pelatihan dan sertifikasi desa wisata bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia Kalimantan Barat, hingga program Inkubator Bisnis Bank Indonesia.
Puncak kegiatan berlangsung pada 4–6 Mei 2026 di Ayani Mega Mall dan dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Sekretaris Daerah Harisson.
Beragam agenda disajikan, mulai dari edukasi Ngander Kapuas, lomba LiberiKhatulistiwa, Temu Bisnis UMKM, sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, hingga bincang wastra dan fashion show. Sementara itu, Expo UMKM yang menghadirkan lebih dari 60 booth pelaku usaha akan berlangsung hingga 10 Mei 2026.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Bank Indonesia Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam mendorong UMKM lokal menjadi lebih inklusif, terdigitalisasi, dan mampu bersaing di pasar global. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mempercepat transformasi ekonomi daerah.
Saprahan Khatulistiwa diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan. Dengan sinergi yang terus diperkuat, Kalimantan Barat optimistis mampu melahirkan UMKM unggulan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.(*/Red)


