Pertamina Pastikan Stok BBM di Singkawang Aman, Warga Diminta Tidak Panic Buying

Antrian BBM terlihat di SPBU yang ada di Singkawang


SINGKAWANG, KP - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Singkawang dan wilayah Kalimantan Barat dalam kondisi aman serta mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Kepastian tersebut disampaikan menyusul antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Singkawang dalam beberapa waktu terakhir. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina juga telah menambah penyaluran BBM ke SPBU di wilayah tersebut.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan pihaknya memahami kekhawatiran masyarakat terkait isu ketersediaan BBM di lapangan. Namun demikian, ia memastikan distribusi energi di wilayah Kalimantan Barat tetap berjalan normal.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat terkait isu ketersediaan BBM. Namun demikian, kami pastikan bahwa pasokan BBM di wilayah Singkawang dan Kalimantan Barat dalam kondisi aman dan distribusi terus berlangsung setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pertamina telah mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi BBM selama Ramadan dan Idulfitri dengan meningkatkan pengiriman BBM ke sejumlah SPBU.

“Sebagai langkah antisipasi lonjakan permintaan, Pertamina Patra Niaga telah meningkatkan pengiriman BBM ke sejumlah SPBU di wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kota Singkawang, guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menegaskan bahwa ketersediaan BBM di daerahnya masih normal dan tidak terdapat pengurangan kuota distribusi.

Menurutnya, antrean kendaraan yang terjadi lebih disebabkan oleh aksi panic buying di masyarakat. Ia mengimbau warga untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan.

“Antrean terjadi karena adanya panic buying di masyarakat. Kami pastikan tidak ada pengurangan kuota BBM di Kota Singkawang. Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembelian menggunakan jeriken maupun menimbun BBM di rumah. Apabila ditemukan praktik penimbunan atau pihak yang memprovokasi masyarakat untuk melakukan pembelian berlebihan, tentu akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Pemerintah Kota Singkawang juga membuka kemungkinan pengaturan operasional SPBU serta pembatasan pembelian BBM apabila kondisi panic buying tidak segera mereda.

Berdasarkan data realisasi penyaluran BBM Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan selama Maret 2026, distribusi BBM di Kalimantan Barat tercatat meningkat dibandingkan rata-rata penyaluran pada kondisi normal. Penyaluran Biosolar mencapai 107 persen, Dexlite 127 persen, Pertalite 114 persen, dan Pertamax 134 persen dari rata-rata harian.

Masyarakat diminta jangan panic buying


Pertamina menyatakan akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap distribusi BBM di lapangan serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mencegah potensi penyimpangan.

Perusahaan juga menegaskan akan bersinergi dengan aparat terkait untuk menindak tegas praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM, baik oleh oknum masyarakat maupun operator SPBU.

Pertamina kembali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi energi dapat berjalan tertib dan merata.

Jika masyarakat menemukan indikasi penyaluran BBM yang tidak sesuai ketentuan, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, atau media sosial resmi @pertamina135.

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال