PONTIANAK, KP – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat merilis sejumlah indikator strategis daerah yang mencakup perkembangan inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), perdagangan luar negeri, pariwisata, transportasi, hingga luas panen dan produksi padi.
Dalam laporan terbaru, BPS mencatat pada Februari 2026 terjadi inflasi secara tahunan (year-on-year/y-on-y) di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 3,90 persen. Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Sintang dengan angka 5,12 persen.
Selain inflasi, BPS juga mencatat peningkatan pada Nilai Tukar Petani (NTP). Pada Februari 2026, NTP Kalimantan Barat berada pada angka 170,72 poin atau naik 1,63 persen dibandingkan Januari 2026.
Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalimantan Barat pada Februari 2026 tercatat sebesar 177,70 poin. Angka tersebut meningkat 2,25 persen dibandingkan Januari 2026.
Di sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor Kalimantan Barat pada Januari 2026 tercatat sebesar 151,36 juta dolar AS. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 14,34 persen dibandingkan Desember 2025.
Nilai impor pada periode yang sama tercatat sebesar 60,75 juta dolar AS atau turun 12,08 persen dibandingkan Desember 2025. Meski demikian, neraca perdagangan Kalimantan Barat pada Januari 2026 masih mencatat surplus sebesar 90,61 juta dolar AS, meskipun turun 15,78 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Pada sektor pariwisata, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Kalimantan Barat pada Januari 2026 mencapai 52,61 persen. Angka ini meningkat sebesar 6,39 poin secara tahunan (y-on-y), namun mengalami penurunan sebesar 8,23 poin dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/m-to-m).
Sementara itu, pada sektor transportasi, jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri yang datang ke Kalimantan Barat pada Januari 2026 tercatat sebanyak 123.284 orang. Angka ini mengalami penurunan sebesar 5,36 persen dibandingkan Desember 2025.
Sedangkan jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang datang pada Januari 2026 tercatat sebanyak 5.327 orang, turun cukup signifikan sebesar 32,92 persen dibandingkan Desember 2025.
Di sektor pertanian, luas panen padi di Kalimantan Barat pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar 263,55 ribu hektare. Angka tersebut meningkat sebesar 16,34 ribu hektare atau 6,61 persen dibandingkan luas panen padi pada 2024.
Namun demikian, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada 2025 diperkirakan mencapai 757,83 ribu ton. Jumlah ini mengalami penurunan sekitar 6,95 ribu ton atau 0,91 persen dibandingkan produksi padi GKG pada 2024.(*/Red)


