![]() |
| Mobil Lab Keliling yang mengecek Takjil di Pasar Juadah Mujahidin |
PONTIANAK, KP – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Pontianak bersama Pemerintah Kota Pontianak memperketat pengawasan terhadap pangan siap saji atau takjil yang dijual pedagang musiman selama bulan Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.
Pengawasan dilakukan melalui inspeksi langsung ke sejumlah lokasi penjualan takjil yang ramai dikunjungi masyarakat. Petugas memantau berbagai jenis makanan yang dijajakan pedagang, terutama yang dijual oleh pedagang musiman yang biasanya muncul saat Ramadan.
Kepala BBPOM di Pontianak, Hariani mengatakan pengawasan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun selama Ramadan. Selain melakukan pemeriksaan, pihaknya juga memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada produsen maupun penjual pangan siap saji agar memahami standar keamanan pangan.
“Setiap tahun kami tetap melakukan pengawalan dan pengawasan untuk memastikan produk pangan yang dijual tidak menggunakan bahan berbahaya ataupun bahan yang berisiko bagi kesehatan,” kata Hariani saat melakukan pengawasan takjil di Pasar Juadah Mujahidin, Rabu (4/3).
Menurutnya, kegiatan pengawasan ini dilakukan secara kolaboratif antara BPOM dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. Kolaborasi tersebut bertujuan memastikan seluruh produk pangan yang beredar di masyarakat memenuhi kaidah keamanan dan layak dikonsumsi.
Dalam proses pemeriksaan, petugas juga melakukan uji cepat terhadap sejumlah sampel makanan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan bahan kimia berbahaya. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan berdasarkan indikasi visual dari makanan yang dijual para pedagang.
Beberapa bahan yang menjadi perhatian dalam pengawasan tersebut di antaranya rhodamin B, metanil yellow, boraks, dan formalin. Rhodamin B dan metanil yellow merupakan pewarna tekstil yang dilarang digunakan dalam makanan karena berpotensi membahayakan kesehatan.
Hariani menjelaskan, makanan dengan warna merah atau merah muda yang terlalu mencolok biasanya menjadi salah satu indikasi awal adanya penggunaan rhodamin B. Sementara warna kuning terang yang tidak wajar juga berpotensi mengandung metanil yellow. Selain itu, petugas juga memeriksa kemungkinan penggunaan boraks dan formalin pada sejumlah jenis makanan tertentu.
“Kalau warnanya merah atau merah muda biasanya kita curigai ada rhodamin. Kalau kuning kita khawatir ada metanil yellow. Selain itu juga kita periksa kemungkinan adanya boraks atau formalin,” ujarnya.
Melalui pengawasan ini, BBPOM berharap masyarakat dapat merasa lebih aman saat membeli dan mengonsumsi takjil selama Ramadan, sekaligus mendorong para pedagang untuk tetap menjaga kualitas serta keamanan pangan yang mereka jual.


