PONTIANAK,KP – Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Kalimantan Barat memprioritaskan pengamanan sektor pariwisata dan pertambangan sebagai langkah strategis menjaga stabilitas ekonomi daerah. Komitmen tersebut disampaikan dalam dialog interaktif yang digelar di Radio Volare Pontianak, Rabu (11/2/2026).
Dalam dialog itu, Ditpamobvit memaparkan peran krusialnya dalam memastikan Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan Objek Vital Tertentu (Obvitter) di Kalimantan Barat tetap berada dalam kondisi aman dan kondusif dari berbagai potensi gangguan keamanan.
Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Kalbar, Kompol Iskandar Candra Kirana, A.Md., yang hadir sebagai narasumber, menjelaskan bahwa fokus pengamanan saat ini diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Yang menjadi prioritas pengamanan dari Ditpamobvit Polda Kalbar di Kalbar adalah wisatawan karena bisa mengangkat perekonomian, serta pengamanan di bidang pertambangan," ujar Candra.
Menurutnya, sektor pariwisata memiliki multiplier effect yang signifikan terhadap pergerakan ekonomi lokal, mulai dari perhotelan, transportasi, hingga pelaku UMKM. Karena itu, kehadiran aparat kepolisian dalam memberikan rasa aman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara menjadi faktor penting dalam membangun citra positif Kalimantan Barat sebagai destinasi yang aman dan nyaman.
Di sektor pertambangan, pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan investasi dan operasional perusahaan berjalan lancar serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Stabilitas keamanan di kawasan pertambangan dinilai berkontribusi langsung terhadap keberlanjutan produksi dan optimalisasi pendapatan daerah.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa peran Ditpamobvit tidak terbatas pada penjagaan fisik semata, tetapi juga mencakup pendekatan preventif dan preemtif dalam sistem pengamanan objek vital.
"Ditpamobvit memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mengawal aset-aset negara dan objek vital yang menjadi hajat hidup orang banyak. Kami mengedepankan pola pengamanan preventif dan preemtif, termasuk melalui audit sistem pengamanan secara berkala," ujarnya.
Bambang juga menilai dialog publik melalui media, termasuk radio, menjadi sarana edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan peran kepolisian dalam menjaga objek vital.
"Dialog interaktif di radio seperti ini sangat penting agar Masyarakat memahami bahwa keberadaan Polri di objek-objek vital bertujuan untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan aman di Kalimantan Barat," pungkas Bambang.
Melalui penguatan pengamanan di sektor-sektor strategis tersebut, Ditpamobvit Polda Kalbar berharap tercipta kepastian hukum dan rasa aman yang berkelanjutan, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih stabil dan berdaya saing.


