![]() |
| Foto bersama Pengurus dan tamu undangan pad RKAT 2026 Yarsi Pontianak |
PONTIANAK, KP – Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI) Pontianak menggelar Rapat Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2026 di aula pertemuan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) YARSI Pontianak, Rabu (14/1/2026). Kegiatan strategis ini menjadi momentum penting bagi yayasan dalam memantapkan arah pengembangan layanan kesehatan dan pendidikan yang berkelanjutan di Kalimantan Barat.
RKAT YARSI Pontianak secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Barat. Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Ismail, S.H., M.H., yang mewakili Wali Kota Pontianak, Ketua Yayasan YARSI Pontianak Drs. Suhadi SW, M.Si, jajaran pengurus yayasan, manajemen rumah sakit, pimpinan unit pendidikan, tenaga medis, serta undangan terkait lainnya.
Dalam sambutannya, dr. Harisson menegaskan pentingnya perencanaan anggaran yang matang, terukur, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, RKAT bukan sekadar proses penyusunan angka-angka anggaran, tetapi juga instrumen strategis untuk memastikan setiap program benar-benar mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan.
“RKAT bukan hanya soal menyusun anggaran, tetapi bagaimana memastikan setiap program benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan. Yayasan YARSI memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Barat,” ujar Harisson.
Ia juga mengapresiasi kontribusi Rumah Sakit Umum YARSI Pontianak dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk melalui skema BPJS Kesehatan. Harisson mendorong agar YARSI terus melakukan inovasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat tata kelola organisasi agar mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong rumah sakit dan institusi pendidikan kesehatan seperti YARSI untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas SDM, serta memperkuat tata kelola agar mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan ke depan,” tambahnya.
Saat ini, Yayasan YARSI Pontianak membawahi tiga unit utama, yakni RSU YARSI Pontianak, Akademi Farmasi (AKFAR) YARSI Pontianak, serta STIKes YARSI Pontianak yang tengah dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi Universitas YARSI. RSU YARSI Pontianak menyediakan layanan kesehatan komprehensif bagi masyarakat, termasuk bagi peserta BPJS Kesehatan. Sementara itu, AKFAR YARSI dan STIKes YARSI berperan strategis dalam mencetak tenaga kesehatan profesional, sejalan dengan kebutuhan pembangunan sektor kesehatan di daerah.
Ketua Yayasan YARSI Pontianak, Drs. Suhadi SW, M.Si, menyampaikan bahwa RKAT Tahun 2026 menjadi ajang konsolidasi seluruh unit kerja untuk menyatukan visi dan langkah pengembangan yayasan ke depan. Ia menekankan bahwa pembahasan RKAT tidak hanya berfokus pada aspek anggaran, tetapi juga pada arah kebijakan dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan.
“RKAT ini bukan hanya membahas angka, tetapi juga arah kebijakan dan komitmen bersama agar YARSI terus tumbuh, profesional, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui RKAT Tahun 2026, Yayasan YARSI Pontianak diharapkan semakin solid dalam memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta mewujudkan transformasi STIKes YARSI menuju Universitas YARSI yang unggul dan berdaya saing, demi mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas di Kalimantan Barat. (*/Red)


