Penjualan Motor Nasional Naik, Lini MAXI Jadi Penopang Utama Kinerja Yamaha Sepanjang 2025

Nmax jadi produk Yamaha yang paling banyak dibeli konsumen

JAKARTA,KP – Industri sepeda motor nasional menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun 2025. Di tengah tren kenaikan penjualan roda dua secara nasional, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) turut mencatatkan hasil yang memuaskan dan berhasil memenuhi target penjualan yang telah dicanangkan sejak awal tahun.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), total penjualan sepeda motor nasional sepanjang 2025 mencapai 6.412.769 unit. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir sekaligus melanjutkan tren pemulihan pasar roda dua pascapandemi. Angka ini juga melampaui realisasi penjualan tahun 2024 dan menegaskan masih kuatnya minat masyarakat terhadap kendaraan roda dua.

Manager Public Relation, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Rifki Maulana, mengakui bahwa peningkatan penjualan nasional tersebut turut berdampak positif bagi Yamaha.
“Kalau dari AISI sendiri, data yang dikeluarkan memang tahun 2025 naik ya. Alhamdulillah juga di 2025 Yamaha happy lah. Jadi sesuai dari target yang kita canangkan di awal 2025 itu kita bisa tercapai,” ungkap Rifki Maulana kepada wartawan di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (14/1/2026).

Meski tidak membeberkan secara rinci angka penjualan Yamaha sepanjang 2025, Rifki mengungkapkan bahwa kontribusi terbesar datang dari jajaran MAXI Yamaha. Segmen ini dinilai berhasil menjadi tulang punggung penjualan perusahaan, sejalan dengan strategi premium marketing yang dijalankan Yamaha Indonesia.

“Kontribusi paling besar itu dari line-up MAXI. Di situ yang paling besar (penjualannya) tentu Nmax. Itu sesuai strategi Yamaha Indonesia, yakni premium marketing. Kemudian disusul kategori Classy, Grand Filano dan Fazzio yang menyumbang penjualan (besar),” sambung Rifki.

Memasuki tahun 2026, Yamaha berharap tren positif industri sepeda motor dapat terus berlanjut. Namun demikian, Rifki menekankan bahwa stabilitas ekonomi dan politik nasional menjadi faktor penting yang akan menentukan laju pertumbuhan pasar otomotif, khususnya roda dua.

“Kami sangat-sangat berharap bahwa kondisi ekonomi, politik, itu kondusif ya. Kalau kondusif ya mudah-mudahan insyaAllah bisa bagus buat market otomotif, khususnya roda 2. Kalau itu bagus ya kita optimis,” tambahnya.

Jika ditarik ke belakang, kinerja industri sepeda motor nasional memang mengalami pemulihan bertahap. Pada 2020, penjualan motor sempat terpuruk di angka 3.660.616 unit akibat pandemi. Pasar mulai bangkit pada 2021 dengan penjualan 5.057.516 unit, kemudian meningkat menjadi 5.221.470 unit pada 2022.

Momentum pertumbuhan semakin kuat pada 2023 ketika penjualan menembus 6.236.992 unit dan kembali naik menjadi 6.333.310 unit pada 2024. Tren positif tersebut berlanjut pada 2025 dengan capaian 6.412.769 unit atau tumbuh sekitar 1,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski secara persentase pertumbuhan terbilang tipis, tambahan hampir 80 ribu unit dinilai sebagai pencapaian signifikan di tengah tantangan penurunan daya beli kelas menengah. Angka ini sekaligus mengonfirmasi target AISI yang mematok penjualan sepeda motor nasional minimal 6,4 juta unit pada 2025 berhasil tercapai, memberikan optimisme bagi industri roda dua dalam menghadapi tahun 2026.

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال