PONTIANAK, KP - Pemerintah Kota Pontianak terus mempercantik dan menjaga keberadaan taman-taman kota sebagai bagian dari upaya meningkatkan kebahagiaan dan kualitas hidup warganya. Tidak hanya fokus pada ruang terbuka hijau, Pemkot juga secara bertahap memperlebar dan menata trotoar guna memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki. Ruang-ruang publik tersebut menjadi konsentrasi utama dalam mewujudkan Pontianak sebagai kota yang berwawasan lingkungan dan humanis.
Untuk memaksimalkan kebersihan kota, Pemkot Pontianak melengkapi sarana pendukung berupa kendaraan khusus penyapu trotoar dan jalan. Kendaraan berukuran kecil ini dilengkapi sistem penyapu mekanis yang digerakkan mesin, sehingga mampu membersihkan debu dan kotoran secara lebih efektif. Kehadiran armada ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah kota dalam memperkuat penataan lingkungan yang bersih, hijau, dan ramah bagi warga.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, mobil penyapu tersebut dirancang untuk memudahkan pembersihan trotoar, taman, serta ruang publik yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat. Ia menyampaikan hal tersebut usai melakukan uji coba kendaraan penyapu di trotoar Taman Digulis Universitas Tanjungpura, Sabtu (3/1/2026).
“Dengan alat ini, pekerjaan pembersihan menjadi jauh lebih mudah dan efektif. Trotoar bukan hanya disapu, tetapi juga disiram untuk mengurangi debu dan disedot secara langsung,” ujarnya.
Menurut Edi, kebersihan trotoar dan taman harus dijaga secara rutin karena menjadi ruang interaksi sosial warga. Oleh sebab itu, operasional pembersihan dilakukan setiap hari, sementara pembersihan yang bersifat lebih menyeluruh di taman-taman kota dilaksanakan secara berkala untuk memastikan ruang terbuka publik tetap sehat dan nyaman digunakan.
Ia menambahkan, mobil penyapu ini tidak hanya efektif digunakan di area trotoar, tetapi juga dapat dioperasikan di jalan aspal. Saat ini, Pemkot Pontianak telah memiliki dua unit kendaraan dengan ukuran berbeda. Ke depan, jumlah armada serupa akan terus ditambah agar cakupan layanan kebersihan kota semakin luas.
Selain dukungan peralatan, Pemkot Pontianak juga memiliki Pasukan Hijau Gerak Cepat (PHGC) yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Tim ini secara periodik bertugas menjaga kebersihan dan kehijauan kota, khususnya di ruang-ruang publik.(*/Red)
“Jumlahnya 20 orang dan berkoordinasi dengan tim lain di lapangan,” sebutnya.
Langkah tersebut menjadi penegasan arah pembangunan Kota Pontianak yang berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik, kelestarian lingkungan, serta kenyamanan ruang hidup masyarakat. Meski demikian, Edi mengakui bahwa tantangan keterbatasan anggaran masih dihadapi pemerintah kota.
“Tiap tahun kita menganggarkan dana rutin untuk perawatan kebersihan dan taman kota. Namun dengan luas wilayah Pontianak dan banyaknya taman, kita akui anggaran tersebut masih terbatas,” ungkapnya.
Kendati demikian, ia menegaskan komitmen Pemkot Pontianak untuk terus mempercantik wajah kota, mulai dari infrastruktur, taman-taman, hingga lampu penerangan jalan. Penataan dan perawatan ini akan diperluas hingga ke wilayah timur dan utara Kota Pontianak yang memiliki trotoar, ruang terbuka hijau, serta ruang terbuka publik yang menjadi destinasi warga untuk berekreasi, berolahraga, dan beraktivitas ekonomi.
“Kota yang bersih dan tertata bukan hanya soal estetika, tapi juga soal kemanusiaan. Kita ingin Pontianak menjadi kota yang humanis, nyaman bagi pejalan kaki, ramah lingkungan, dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi warganya,” pungkasnya.


