Menata Dana Pensiun Sejak Dini demi Masa Tua yang Lebih Tenang di Awal Tahun 2026

 


JAKARTA, KP - Masa pensiun idealnya menjadi fase kehidupan yang dapat dinikmati dengan lebih santai, tanpa dibayangi kekhawatiran soal kecukupan finansial. 

Namun realitas menunjukkan tidak semua orang memiliki kemewahan tersebut. Banyak individu yang tetap harus bekerja keras hingga usia lanjut demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Kondisi ini umumnya terjadi karena perencanaan keuangan, khususnya dana pensiun, tidak dipersiapkan sejak dini.

Untuk menghindari situasi tersebut, menyiapkan tabungan pensiun yang memadai menjadi langkah penting. 

Perencanaan dana pensiun tidak hanya berkaitan dengan jumlah uang yang disisihkan, tetapi juga menyangkut strategi jangka panjang agar kualitas hidup tetap terjaga saat produktivitas menurun. 

Penyedia rencana pensiun Fidelity, misalnya, merekomendasikan agar seseorang memiliki tabungan setidaknya enam kali lipat dari pendapatan tahunan ketika memasuki usia 50 tahun, dengan asumsi pensiun di usia 67 tahun. 

Jika pendapatan tahunan mencapai Rp100 juta, maka idealnya dana pensiun yang terkumpul berada di kisaran Rp600 juta.

Meski demikian, angka tersebut bukanlah patokan yang kaku. Kebutuhan dana pensiun setiap orang berbeda, tergantung pada sejumlah faktor. 

Perencana keuangan bersertifikat sekaligus pendiri Access Wealth Strategies, Nathan Sebesta, menjelaskan bahwa waktu pensiun yang diinginkan, besaran pengeluaran saat pensiun, serta lokasi tempat tinggal sangat memengaruhi jumlah dana yang perlu disiapkan. 

Biaya hidup yang lebih tinggi tentu membutuhkan cadangan dana yang lebih besar, demikian pula gaya hidup yang ingin dipertahankan setelah pensiun.

Bagi mereka yang menyadari bahwa tabungan pensiun masih jauh dari target, masih ada langkah-langkah penyesuaian yang dapat dilakukan. 

Sebesta menyarankan agar ekspektasi pendapatan di masa pensiun diturunkan secara realistis. 

Sisa waktu produktif, sekitar 10 hingga 15 tahun menjelang pensiun, sebaiknya dimanfaatkan untuk melunasi utang, menekan pengeluaran yang tidak perlu, serta mempertimbangkan relokasi ke daerah dengan biaya hidup lebih rendah.

Dalam kondisi tertentu, tetap bekerja setelah memasuki usia pensiun bisa menjadi opsi yang tak terhindarkan. 

“Tidak ada yang bermimpi harus tetap bekerja saat pensiun. Namun, bagi yang terlambat memulai dan tak bisa mengejar ketertinggalan, ini bisa jadi satu-satunya pilihan realistis,” kata Sebesta. 

Perencanaan dana pensiun pada akhirnya bukan hanya soal angka, melainkan tentang memastikan ketenangan dan martabat hidup di usia senja. Dengan perencanaan yang matang dan langkah penyesuaian yang tepat, masa pensiun dapat tetap dijalani dengan lebih aman dan bermakna.(*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال