Dari Desa Piantus, Jamaludin menjaga tradisi anyaman rotan sekaligus menembus pasar lebih luas berkat internet Telkomsel di wilayah 3T
![]() |
Jamaludin dengan ayaman rotan hasil kreasinya |
SAMBAS, KP – Dari sebuah desa kecil di ujung utara Kalimantan Barat, seorang perajin rotan bernama Jamaludin terus menjaga denyut warisan budaya lokal. Berada di Desa Piantus, Dusun Parit Cegat, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, ia menekuni kerajinan rotan dan bambu abek yang diwariskan turun-temurun dari orang tuanya.
“Usaha ini saya teruskan dari zaman orang tua, dari rotan dan bambu abek yang memang melimpah di sini,” ujar Jamaludin, sambil memperlihatkan hasil anyaman yang rapi, yang sejak lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Desa Piantus memang dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan rotan di wilayah Sejangkung. Hasil tangan-tangan terampil warganya melahirkan berbagai produk, mulai dari kursi rotan, tudung saji, nyiruk atau wadah penyimpanan, bakul, hingga peralatan rumah tangga lain yang masih dipakai sehari-hari. “Bahkan masih banyak jenis kerajinan lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, karena saking banyaknya,” katanya dengan senyum bangga.
Namun, di balik kekayaan tradisi tersebut, Piantus hingga kini masih masuk kategori wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Keterbatasan infrastruktur dan lambannya pertumbuhan ekonomi kerap menjadi hambatan utama. Meski demikian, Jamaludin memilih untuk tidak menyerah. Justru dengan tekad kuat, ia membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi jembatan agar tradisi lama tetap bertahan sekaligus berkembang mengikuti zaman.
Kini, berkat akses jaringan internet yang memadai, ia mampu memasarkan hasil karyanya melalui platform digital. “Saat ini saya menjual hasil kerajinan saya melalui online, orang banyak yang pesan melalui WhatsApp dan toko online,” tutur Jamaludin.
“Usaha ini saya teruskan dari zaman orang tua, dari rotan dan bambu abek yang memang melimpah di sini,” ujar Jamaludin, sambil memperlihatkan hasil anyaman yang rapi, yang sejak lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Desa Piantus memang dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan rotan di wilayah Sejangkung. Hasil tangan-tangan terampil warganya melahirkan berbagai produk, mulai dari kursi rotan, tudung saji, nyiruk atau wadah penyimpanan, bakul, hingga peralatan rumah tangga lain yang masih dipakai sehari-hari. “Bahkan masih banyak jenis kerajinan lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, karena saking banyaknya,” katanya dengan senyum bangga.
Namun, di balik kekayaan tradisi tersebut, Piantus hingga kini masih masuk kategori wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Keterbatasan infrastruktur dan lambannya pertumbuhan ekonomi kerap menjadi hambatan utama. Meski demikian, Jamaludin memilih untuk tidak menyerah. Justru dengan tekad kuat, ia membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi jembatan agar tradisi lama tetap bertahan sekaligus berkembang mengikuti zaman.
Kini, berkat akses jaringan internet yang memadai, ia mampu memasarkan hasil karyanya melalui platform digital. “Saat ini saya menjual hasil kerajinan saya melalui online, orang banyak yang pesan melalui WhatsApp dan toko online,” tutur Jamaludin.
Langkah sederhana itu membuat kerajinan rotan dari Piantus tidak lagi terbatas pada pasar lokal, melainkan mulai dikenal masyarakat di luar Sambas, bahkan hingga lintas provinsi.
Keberhasilan Jamaludin dalam mengoptimalkan teknologi digital tentu tak lepas dari hadirnya jaringan telekomunikasi yang andal.
Keberhasilan Jamaludin dalam mengoptimalkan teknologi digital tentu tak lepas dari hadirnya jaringan telekomunikasi yang andal.
Di Desa Piantus, sinyal Telkomsel cukup baik sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya untuk berbagai aktivitas, mulai dari komunikasi, pendidikan, hingga pemasaran produk lokal.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyampaikan bahwa momen Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun 2025 menjadi pengingat bagi Telkomsel untuk semakin mempertegas kontribusinya dalam memajukan bangsa.
“Melalui semangat Nyalakan Semangat Indonesia, kami berkomitmen menjadi digital enabler yang mewujudkan masyarakat Indonesia berdaya saing tinggi untuk menciptakan masa depan gemilang,” terang Nugroho.
Dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI, Telkomsel menghadirkan berbagai gebrakan baru yang dirancang untuk semakin mendukung pemerataan digital di seluruh pelosok negeri.
Salah satunya adalah penguatan layanan konektivitas berbasis 5G dan perluasan cakupan jaringan hingga wilayah 3T, yang diiringi dengan inovasi produk digital seperti Telkomsel One layanan konvergensi untuk kebutuhan internet rumah dan mobile, serta memberikan solusi untuk pemberdayaan UMKM.
Kehadiran produk dan layanan terbaru ini diyakini mampu membantu masyarakat seperti Jamaludin agar lebih mudah mengakses peluang ekonomi digital.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyampaikan bahwa momen Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun 2025 menjadi pengingat bagi Telkomsel untuk semakin mempertegas kontribusinya dalam memajukan bangsa.
“Melalui semangat Nyalakan Semangat Indonesia, kami berkomitmen menjadi digital enabler yang mewujudkan masyarakat Indonesia berdaya saing tinggi untuk menciptakan masa depan gemilang,” terang Nugroho.
Dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI, Telkomsel menghadirkan berbagai gebrakan baru yang dirancang untuk semakin mendukung pemerataan digital di seluruh pelosok negeri.
Salah satunya adalah penguatan layanan konektivitas berbasis 5G dan perluasan cakupan jaringan hingga wilayah 3T, yang diiringi dengan inovasi produk digital seperti Telkomsel One layanan konvergensi untuk kebutuhan internet rumah dan mobile, serta memberikan solusi untuk pemberdayaan UMKM.
Kehadiran produk dan layanan terbaru ini diyakini mampu membantu masyarakat seperti Jamaludin agar lebih mudah mengakses peluang ekonomi digital.
Dengan jaringan yang stabil, perajin rotan Piantus kini tidak hanya bisa berjualan di platform sederhana, tetapi juga berpeluang memanfaatkan e-commerce berskala nasional, layanan pembayaran digital, hingga promosi melalui media sosial secara lebih luas.
“Telkomsel ingin menghadirkan solusi yang relevan bagi masyarakat, baik di kota besar maupun pelosok, agar setiap individu bisa mendapat kesempatan yang sama dalam memanfaatkan teknologi digital,” tambah Nugroho.
Bagi Jamaludin, kehadiran internet bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jalan untuk menjaga warisan leluhur agar tetap bernilai di tengah arus modernitas.
“Telkomsel ingin menghadirkan solusi yang relevan bagi masyarakat, baik di kota besar maupun pelosok, agar setiap individu bisa mendapat kesempatan yang sama dalam memanfaatkan teknologi digital,” tambah Nugroho.
Bagi Jamaludin, kehadiran internet bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jalan untuk menjaga warisan leluhur agar tetap bernilai di tengah arus modernitas.
Dari sebuah desa kecil di Sambas, anyaman rotan dan bambu abek kini bisa menembus pasar lebih luas, membawa harapan baru bagi ekonomi keluarga, sekaligus mempertegas identitas budaya lokal.
Cerita Jamaludin seolah menjadi bukti nyata bahwa dengan dukungan teknologi, tradisi tidak akan hilang ditelan zaman.
Cerita Jamaludin seolah menjadi bukti nyata bahwa dengan dukungan teknologi, tradisi tidak akan hilang ditelan zaman.
Justru sebaliknya, ia dapat menemukan kehidupan baru yang lebih berdaya, sejalan dengan semangat Telkomsel untuk menyalakan Indonesia dari Sabang hingga Merauke, dari kota besar hingga pelosok negeri.(Rif)