Post Top Ad

Teknologi

Nasional

Post Top Ad

HondaOlahraga

Target Realistis Pembalap AHRT Mario Aji di Sisa Balap CEV Moto3

PONTIANAK - Mario Suryo Aji mengungkapkan apa saja targetnya di sisa empat putaran FIM CEV Moto3 Junior World Championship 2021.



Satu-satunya pembalap Indonesia yang turun di FIM CEV Moto3 Junior World Championship 2021, Mario Suryo Aji, berada di peringkat kedelapan klasemen menjelang paruh musim.

Posisi tersebut tidak lepas dari kegagalan pembalap Astra Honda Racing Team tersebut merebut poin pada dua balapan terakhir, Race 2 di Catalunya dan satu di Sirkuit Algarve, Portugal.

Hasil dari dua race terakhir sebelum paruh musim tersebut terasa menyesakkan bagi Mario Aji.

Di Catalunya, 13 Juni lalu, Mario Aji berhasil merebut pole namun tidak mampu mengonversinya menjadi finis podium. Hasil Race 1 lebih bagus karena ia finis di P6.

Tiga pekan berselang, 4 Juli, Mario Aji mengalami insiden aneh saat turun di Sirkuit Autodromo Internacional Algarve. Start dari grid ke-18 atau baris keenam, Mario Aji mampu merangsek ke P14 pada lap keempat.

Tetapi, pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu gagal menyelesaikan balapan karena menghantam medical protection milik marshal, yang biasa digunakan ketika ada pembalap lain yang terjatuh.

Setelah menjalani enam race dari empat putaran di paruh pertama FIM CEV Moto3 2021, Mario Aji mengoleksi 42 poin dan terpaut hingga 91 poin dari Daniel Holgado (Aspar Junior Team) yang berada di puncak klasemen.

Masih ada empat putaran dengan enam race yang tersisa, masing-masing di Aragon (1 race), Jerez (2), Misano (1), dan Valencia (2).

“Jujur, saya menantikan semua seri yang tersisa. Kami dalam performa yang bagus, jadi yang kami inginkan adalah bisa melakukan balapan, dan menikmati semua momen itu,” ucap Mario Aji seperti dikutip akun media sosial Astra Honda Racing Team.

“San Marino (Misano) akan menjadi akhir pekan yang spesial karena akan bertepatan dengan MotoGP World Championship. Selalu istimewa untuk membalap di sirkuit yang sama dengan para pembalap terbaik di dunia.”

Dua balapan berikutnya di Spanyol, Aragon dan Jerez, masing-masing akan berlangsung pada 25 Juli dan 22 Agustus. Berikutnya, lomba di San Marino digelar pada 18 September dan dua lomba penutup akan kembali digelar di Spanyol di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, pada 7 November.

Saat disinggung mengenai target di sisa musim, Mario Aji pun menjawab diplomatis. “Targetnya adalah selalu melakukan balapan yang lebih baik daripada balapan-balapan sebelumnya dan mencatat peningkatan setiap kali kami turun ke lintasan,” ucapnya.

Bagi pembalap asal Magetan, Jawa Timur, 17 tahun, tersebut, tahun ini menjadi musim ketiganya di FIM CEV Moto3.

Pada 2019, Mario Aji absen pada dua race putaran keempat di Catalunya, Spanyol. Ia hanya tiga kali mampu finis di zona poin (15 tercepat) dengan hasil terbaik P4 di Estoril, Portugal, balapan pertama. Mario Aji pun mengakhiri musim di peringkat ke-18 dengan 26 poin.     

Setahun kemudian, Mario Suryo Aji hanya turun dalam dua putaran akhir di Spanyol, Aragon dan Valencia. Dari enam race, hasil finis terbaik Mario Aji adalah P6 di Valencia I. Ia pun mengakhiri musim FIM CEV Moto3 2020 di peringkat ke-16 dengan 23 poin.

Mario Suryo Aji mengaku tidak memiliki banyak waktu luang untuk berlibur pada jeda musim FIM CEV Moto3 2021 ini. Perubahan waktu balapan di Jerez membuat dirinya tidak memiliki waktu panjang untuk sekadar beristirahat.

“Kami tidak lagi memiliki libur sepanjang Agustus. Mungkin akan ada hari yang bisa saya manfaatkan untuk melakukan hal lain di luar balapan, karena saya akan berada di Barcelona sepanjang musim panas,” tutur Mario Aji.

Melihat gap dengan peringkat kelima, Jose Antonio Rueda (Team Estrella Galicia 0,0 –Honda), yang hanya enam poin serta 10 angka dari David Salvador (TM Racing Factory Team) di P4, Mario Suryo Aji di atas kertas berpeluang masuk ke lima besar pada akhir musim nanti. (*)

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad