SLIDER

header ads

Honda Scoppy Laris Manis Jelang New Normal

PONTIANAK - Penjualan kendaraan di Indonesia anjlok selama pandemi COVID-19. Bahkan, penurunannya mencapai 70% lantaran penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah dan pengalihan prioritas keuangan masyarakat.
 
Honda Scoopy

Namun, setelah masuk PSBB transisi dan menjelang tatanan kenormalan baru atau new normal, mulai tampak pertumbuhan di sektor bisnis otomotif. Hal ini diakui langsung oleh Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM), Thomas Wijaya.
"Mulai Juni, perekonomian mulai bergerak lagi. Dari sini mulai tampak sinyal inden, terlebih untuk Honda Scoopy," ujar Thomas.
Meski demikian, Thomas menyebut pihaknya belum memastikan bahwa hal ini merupakan tanda penjualan sepeda motor akan kembali normal. Ia pun mengungkap PT AHM menurunkan target penjualannya selama tahun 2020.
"Awalnya kami targetkan 4,8 juta unit untuk tahun ini. Tapi sekarang kami koreksi menjadi 2,8-3 juta unit motor saja di 2020. Ini sejalan dengan dampak pandemi COVID-19 ke pasar otomotif," tambahnya.
Di masa pandemi COVID-19, Honda Beat dan Honda Scoopy masih menjadi produk yang berkontribusi besar kepada penjualan mereka, mencapai 86%. Sedangkan segmen motor sport Honda, baik naked-bike maupun full-fairing, sebenarnya juga cenderung stabil, di angka 7,9%.(*)

Posting Komentar

0 Komentar