SLIDER

header ads

Astra Motor Berikan Bantuan ke Pondok Pesantren di Ambawang

KUBU RAYA - PT Astra International Tbk-Honda (Astra Motor Pontianak) pada Selasa (23/6), memberikan bantuan ke Pondok Pesantren Ambawang, yang berlokasi di Jalan Parit Masigi Kecamatan Ambawang.
 
Serahkan bantuan ke Pondok Pesantren di Ambawang

Bantuan tersebut didapaty dari penyelenggaraan event “Virtual Bike To New Normal With PCX”. Bantuan langsung diberikan ke pimpinan pondok pesantren, Ustaz Hasan, selaku pimpinan pondok pesantren merasa terbantu sekali terhadap bantuan yang diberikan.
“Sangat senang sekali, semoga bantuan yang diberikan bermanfaat bagi para santri,” ujar Ustaz Hasan, yang memiliki 1.300 santri.
Bagi Ustaz Hasan, bantuan berupa Sembako dan uang yang diberikan oleh Astra Motor Pontianak, sangat berarti. Apalagi di tengah pandemi wabah virus corona. Ia pun mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut.
Selain bantuan ke Pondok Pesantren Ambawang, Astra Motor Pontianak, bersama Polda kalbar dan PMI Kota Pontianak, juga menyerahkan secara langsung bantuan kepada warga korban musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Tanjung Harapan Gang 98, Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur.
Bantuan berupa Sembako dan uang tersebut, merupakan hasil pengumpulan event “Virtual Bike To New Normal With PCX” yang diselenggarakan oleh Astra Motor Pontianak pada 20-21 Juni 2020.
Menurut Marketing Manager Astra Motor Pontianak, Antofany Yusticia Ahmadi, event yang berlangsung dua hari tersebut, diikuti 221 peserta dan berhasil mengumpulkan donasi jutaan Rupiah. Bantuan tersebut diberikan kepada tiga kepala keluarga (KK) dan 1 Pondok Pesantren.
“Donasi ini bentuk kepedulian Astra Motor Pontianak dan seluruh perserta yang telah mengikuti Virtual Bike To New Normal karna setiap satu peserta sama dengan Rp5000,” kata Yusticia.
Salah seorang yang mendapat bantuan, Jamilah (47) yang merupakan korban musibah kebakaran menceritakan bahwa kejadian tersebut terjadi pukul 13.00 WIB, ketika ia dan keluarga sedang berada di rumah. Ia idak menyangka bahwa rumah yang ditempatinya selama bertahun-tahun hangus dilalap si jago merah.
“Saya dan keluarga tidak sadar kalau ada percikan api dari belakang rumah, sudah sadar ketika diteriaki oleh tetangga belakang rumah bahwa ada asap tebal,” kata Jamilah.(*)

Posting Komentar

0 Komentar