SLIDER

header ads

Sepi, Cuma 2 Bus Yang Jalan Setiap Harinya

PONTIANAK – Jumlah penumpang angkutan darat di Kalimantan Barat (Kalbar) turun drastis. Di Terminal ALBN Sungai Ambawang misalnya, dalam sehari hanya ada dua unit bus yang beroperasi. Minimnya arus penumpang di terminal tersebut telah berlangsung sejak pertengahan Maret tahun ini.
“Rata-rata hanya dua unit bus per hari, dan sesuai data yang ada diterminal hanya Bus Damri. Untuk bus lain saya kurang tau, karena tidak masuk terminal sejak pendemi corona,” ungkap Korsatpel Terminal ALBN Sungai Ambawang, Kristianto, baru-baru ini.

Bus yang beroperasi diterminal ABN cuma 2 unit

Penurunan jumlah angkutan bus yang berangkat maupun pergi ini, terjadi seiring dengan penurunan jumlah penumpangnya. Menurutnya, saat ini penumpang sudah sangat sepi. Terkadang hanya ada 15 orang dalam satu bus. “Itu pun gabungan, ada yang tujuan Nanga Pinoh, ada yang Sintang,” kata dia.
Penurunan arus penumpang di terminal tersebut sudah dirasakan ketika pandemi Covid-19 ini terkonfirmasi ke Kalbar. Tepatnya pada pertengahan Maret yang lalu. Catatan pihaknya, pada Februari 2020 jumlah penumpang yang datang dan berangkat sebanyak 7.686 dan 11.637. Sementara pada bulan Maret, terjadi penurunan sekitar 4 ribu penumpang, yang mana penumpang yang datang dan berangkat sebanyak 4672 dan 7812 orang. Kondisi April jauh lebih parah. Tercatat hanya 617 penumpang yang datang dan 1335 penumpang yang berangkat. Dibandingkan hari normal, angka ini sangatlah jauh.
“Kalau normal di ALBN satu hari pergerakan penumpang mencapai 600 hingga 700 orang. Itu total dari yang datang maupun berangkat,” sebut dia.
Saat ini pihaknya hanya melayani trayek Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Sementara untuk trayek luar negeri, sudah ditutup sejak ada kebijakan pelarangan keluar masuk di PLBN yang ada di Kalbar.
Anjloknya jumlah penumpang ini, baginya tak mengherankan di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini. Menurutnya ada kesadaran dari masyarakat untuk mematuhi imbauan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar kota atau mudik. Apalagi hampir semua daerah menerapkan pembatasan maupun pengetatan di daerah masing-masing.
Terkait dengan trayek menuju zona merah di Kalbar, pihaknya memastikan jika transportasi publik ke zona itu sudah tidak beroperasi. Seperti diketahui, di Kalbar terdapat tiga wilayah yang masuk zona merah, yakni Kota Pontianak, Kota Singkawang dan Kabupaten Ketapang “Kalau bus yang umum saya rasa tidak ada pengaruhnya,” kata dia.
Sementara itu, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, tambah dia, ALBN Sungai Ambawang menerapkan sejumlah standar keamanan, mulai dari penyemprot disinfektan setiap hari di seluruh ruangan dan kendaraan bus, serta melakukan pemeriksaan suhu tubuh calon penumpang. “Saya harap kalaupun ada yang terpaksa mudik, agar memenuhi tata cara pencegahan covid-19, seperti menggunakan masker, dan lain sebagainya, sebagai pengaman diri sendiri dan orang lain,” pungkas dia. (*)

sumber : pontianakpost

Posting Komentar

0 Komentar