SLIDER

header ads

Africa Twin Kemahalan? Ini Motor Alternatifnya

PONTIANAK - Terlalu mahal jika membicarakan petualang sejati semacam Honda Africa Twin. Kelasnya di atas. Tak dalam jangkauan banyak orang. Namun coba sedikit turunkan standar. Masih amotor adventure kelas tengah, tanpa harus menguras kantong dalam-dalam bisa mendapatkan kemampuan jelajah dan sosoknya pun tak kalah maskulin.
 
Honda CB500X

Paket hemat motor adventure tersebut bisa didapat pada sosok Honda CB500X, yang berbasis sama dengan Rebel maupun CBR500R. Pabrikan berlambang sayap melegonya Rp 169,2 juta OTR Jakarta. Meski selisih banyak dengan Royal Enfield, tentu selaras dengan apa yang ditawarkan.
Mesin lebih gemuk. Menempel dapur pacu berkonfigurasi dua silinder paralel, 471 cc DOHC di rangka Diamond. Pusara tenaga jelas di atas Royal Enfield, yakni 49,61 hp/8.500 rpm dan torsi 44,6 Nm/6.500 rpm. Namun karena ia berbagi platform, porsi tenaga dibagi pada putaran merata. Tak seperti RE yang tegas menjadikannya motor tualang.
Kendati begitu, translasi power pasti lebih menyenangkan buat yang suka performa. Belum lagi terdapat Assist dan Slipper Clutch pada girboks 6-speed-nya. Selain terasa halus dan ringan saat berpindah gigi, proses down shifting minim menyebabkan selip di roda. Aspek safety cukup dipikirkan oleh Honda.
Urusan suspensi sama-sama mumpuni. Fork Showa 41 mm punya travel panjang berikut bisa diseting dalam lima level. Pun di belakang, dengan merek sama, suspensi tunggal disediakan dalam sembilan tingkatan penyetelan. Sayang, jarak dek ke tanah tak setinggi Himalayan. Ia mencatat angka 181 mm saja, karena diameter ban masih mengadopsi paduan 19-17 inci.
Wavy disc 310 mm di depan dan 240 mm di belakang dilengkapi sensor ABS dua kanal. Perangkat yang seharusnya hadir sebagai standar, apalagi di jenis motor begini. Mengingat risiko pengereman keras – membuat ban terkunci saat bertualang – tak pernah bisa diprediksi.
Fitur pun lengkap sekaligus modern. Panel digital menginformasikan kondisi motor yang dibutuhkan. Pencahayaan depan belakang juga pakai LED. Pancaran sinar pastinya terang dan hemat daya.
Kalau bicara desain, CB500X merepresentasikan sosok petualang modern. Gurat sayap, fasad, hingga ke belakang runcing-runcing. Sedikit mengarah pada tema sport. Meski begitu, ia tetap berlaga jagoan touring. Dengan windshield tinggi, stang lebar dan posisi duduk tegak.(*)

Posting Komentar

0 Komentar