XLSMART Percepat Digitalisasi Registrasi SIM Berbasis Biometrik Wajah dan eSIM

Pendaftraan SIM dengan penerapan Teknologi Bionetrik Wajah

JAKARTA – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mempercepat digitalisasi layanan registrasi kartu SIM melalui penerapan teknologi biometrik wajah dan eSIM guna menghadirkan standar baru keamanan serta kenyamanan bagi pelanggan.

Melalui teknologi face recognition berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dilengkapi kemampuan liveness detection, pelanggan kini dapat melakukan proses registrasi kartu SIM dengan lebih cepat dan aman. Sistem ini terhubung langsung dengan database Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk memastikan validitas identitas pengguna.

Direktur & Chief Regulatory XLSMART, Merza Fachys, menegaskan bahwa penerapan verifikasi biometrik merupakan langkah nyata perusahaan dalam memperkuat perlindungan data pelanggan.

“Implementasi verifikasi biometrik ini adalah komitmen nyata XLSMART dalam meningkatkan standar keamanan data pelanggan. Dengan validasi yang terhubung langsung ke database Dukcapil, XLSMART memastikan bahwa setiap identitas pelanggan valid dan terlindungi dari potensi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. XLSMART mengutamakan rasa aman dan nyaman pelanggan dalam menggunakan layanan telekomunikasi melalui teknologi face recognition ini. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan yang paling dicintai pelanggan,” ujar Merza.

Untuk memperluas akses layanan, XLSMART menyediakan registrasi biometrik di 143 titik layanan di seluruh Indonesia yang terdiri dari 94 XL Center dan 51 Galeri Smartfren. Layanan ini difokuskan pada wilayah dengan kepadatan pelanggan tinggi seperti Jabodetabek, Jawa Timur, dan Sumatera.

Selain melalui gerai fisik, pelanggan juga dapat melakukan registrasi secara mandiri melalui situs resmi serta aplikasi digital seperti myXL, AXISNET, dan mySF.

Penerapan teknologi biometrik wajah ini memberikan sejumlah manfaat, terutama dari sisi keamanan dan efisiensi. Berdasarkan studi GSMA, teknologi biometrik dapat menekan kemungkinan identitas ganda lebih dari 80 persen serta meningkatkan efisiensi pengelolaan penipuan hingga 20–30 persen.

Sementara itu, tingkat akurasi sistem pengenalan wajah modern disebut mencapai 95–99 persen menurut National Institute of Standards and Technology (NIST). Teknologi ini juga dilengkapi kemampuan liveness detection untuk mendeteksi upaya pemalsuan identitas.

Dari sisi kenyamanan, proses registrasi yang sebelumnya memakan waktu sekitar 5–7 menit kini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu menit melalui proses otomatis berbasis Know Your Customer (KYC).

XLSMART juga menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan data dengan menerapkan prinsip security by design dan data minimization. Data biometrik pelanggan tidak disimpan oleh perusahaan, melainkan langsung dikirim secara aman ke sistem Dukcapil untuk validasi tanpa disimpan setelah proses selesai.

Sistem keamanan XLSMART telah memenuhi sejumlah standar internasional, di antaranya ISO 27001 dan ISO 27701, serta lulus uji Presentation Attack Detection (ISO 30107-3) dengan tingkat kecocokan data ke Dukcapil di atas 95 persen.

Selain registrasi biometrik, adopsi teknologi eSIM juga terus meningkat. Saat ini jumlah pengguna eSIM XLSMART telah mencapai lebih dari 1,6 juta pelanggan.

Integrasi registrasi biometrik juga dinilai mampu meminimalkan hambatan teknis dalam proses aktivasi eSIM, sehingga pelanggan dapat memperoleh jaminan keamanan yang sama baiknya antara pengguna kartu fisik maupun eSIM.

Inovasi ini menjadi bagian dari upaya XLSMART dalam membangun ekosistem telekomunikasi yang lebih aman, terpercaya, serta mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia.(*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال