Pontianak City Run 2027 Bidik 10 Ribu Peserta, Dongkrak Sport Tourism Kalbar

Pontianak City Run 2027 resmi diluncurkan oleh Walikota Pontianak

PONTIANAK, KP – Pontianak City Run (PCR) 2027 menargetkan keikutsertaan 10.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Event lari tahunan yang digagas Sporta Jawara Indonesia (Sporta Indonesia) itu resmi diluncurkan pada Minggu (1/11/2026), di halaman Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak, sekaligus menandai langkah memperkuat Pontianak sebagai destinasi sport tourism.

Peluncuran PCR 2027 dirangkai dengan kegiatan Slow Jogging Pontianak 2,55K dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-255 Kota Pontianak. Sekitar 2.000 pacer dan peserta ikut memeriahkan kegiatan yang juga menjadi momentum memperkenalkan agenda lari yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari 2027 mendatang.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, Dandim 1207/Pontianak Letkol Kav Aidil Hajri, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, serta sejumlah unsur dan komunitas olahraga. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan terhadap pengembangan olahraga masyarakat sekaligus penguatan daya tarik Pontianak sebagai tujuan wisata olahraga.

Owner Sporta Jawara Indonesia, Ongky Lesmana, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pontianak, Ketua DPRD, Kapolresta, Dandim 1207/Pontianak, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Pontianak City Run sejak pertama kali digelar pada 2019. Dukungan tersebut menjadi modal penting bagi penyelenggara untuk menjaga konsistensi event hingga memasuki pelaksanaan tahun kesembilan pada 2027.

“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak, Bapak Wali Kota, Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, Kapolresta, Dandim, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan bersama-sama menyukseskan Pontianak City Run sejak 2019. Dukungan inilah yang membuat kami terus bersemangat menghadirkan event ini dan membawanya berkembang hingga tahun 2027,” ungkap Ongky.

Ia menjelaskan, persiapan PCR 2027 telah dilakukan secara bertahap, mulai dari pembukaan pendaftaran, penyiapan perangkat penyelenggaraan, hingga pembentukan tim pacer yang akan mendampingi peserta selama perlombaan. Panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik untuk meningkatkan antusiasme peserta.

“Kami sudah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk pelaksanaan PCR 2027. Termasuk menyiapkan pacer-pacer yang nantinya bertugas mendampingi teman-teman pelari. Pendaftaran juga sudah dibuka dan kami telah menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi peserta. Target kami tahun ini bisa mencapai 10.000 pelari,” jelasnya.

Menurut Ongky, Pontianak City Run tidak sekadar menjadi ajang mengejar catatan waktu dan prestasi. Event ini juga diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan hidup sehat, memperluas persaudaraan, serta memperkenalkan Kota Pontianak kepada masyarakat yang lebih luas melalui olahraga.

Untuk pelaksanaan 2027, panitia mempertahankan rute yang digunakan pada tahun sebelumnya. Titik start dan finis tetap berada di kawasan GOR Terpadu, tepatnya di depan Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA), Pontianak. Peserta dapat memilih empat kategori lomba, yakni 5 kilometer (5K), 10 kilometer (10K), half marathon 21 kilometer, dan marathon 42 kilometer.

“Khusus untuk rute, tidak ada perubahan dari pelaksanaan 2026. Kami tetap menggunakan rute yang sama, dengan titik start dan finis di depan GOR Sultan Abdurrahman. Pelaksanaan PCR 2027 dijadwalkan Minggu, 31 Januari 2027,” terangnya.

Ongky berharap PCR dapat menjadi wadah bagi pelari Kalimantan Barat untuk meningkatkan kemampuan secara bertahap, mulai dari kategori 5K hingga mampu menyelesaikan marathon penuh sejauh 42 kilometer. Menurutnya, pertumbuhan komunitas lari di Kalbar perlu diikuti peningkatan kualitas dan keberanian peserta dalam menjajal jarak yang lebih jauh.

“Kami berharap pelari-pelari di Kalimantan Barat semakin naik kelas. Mungkin yang awalnya mengikuti 5K bisa meningkat ke 10K, dari 10K ke half marathon 21 kilometer, bahkan nantinya mampu mengikuti full marathon 42 kilometer. Kami ingin PCR menjadi bagian dari proses perkembangan pelari di Kalbar,” tuturnya.

Panitia juga menyediakan pilihan paket registrasi dengan atau tanpa jersey. Biaya pendaftaran kategori 5K sebesar Rp98 ribu tanpa jersey dan Rp198 ribu dengan jersey. Untuk kategori 10K, biaya yang ditetapkan Rp228 ribu tanpa jersey dan Rp328 ribu dengan jersey.

Sementara itu, kategori half marathon ditawarkan dengan biaya Rp398.800 tanpa jersey dan Rp498.800 dengan jersey. Adapun kategori marathon dibanderol Rp538 ribu tanpa jersey dan Rp638 ribu dengan jersey. Pendaftaran telah dibuka sejak Oktober 2026, sedangkan informasi mengenai registrasi dan persyaratan peserta dapat diakses melalui laman resmi Pontianak City Run.

Panitia turut menghadirkan program 5x PCR Challenge sebagai bentuk apresiasi kepada pelari yang konsisten mengikuti rangkaian Pontianak City Run. Melalui program tersebut, peserta berkesempatan memperoleh hadiah spesial berupa jam tangan Coros melalui pengundian yang dijadwalkan pada 29 Januari 2027.

Lebih jauh, Ongky menegaskan bahwa PCR memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar kompetisi lari. Kehadiran ribuan peserta dari luar daerah, bahkan mancanegara, diharapkan dapat memperkenalkan potensi wisata Pontianak dan Kalimantan Barat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, peningkatan kunjungan peserta dan pendamping berpeluang mendorong aktivitas sektor perhotelan, transportasi, kuliner, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai sektor jasa lainnya.

“Kami berharap bukan hanya masyarakat Kota Pontianak atau Kalimantan Barat yang hadir. Kami ingin pelari dari seluruh Indonesia, bahkan mancanegara, datang ke Pontianak untuk mengikuti Pontianak City Run. Dengan begitu, event ini juga bisa memperkenalkan potensi wisata dan daerah kita kepada dunia luar,” harapnya.

Upaya memperluas jangkauan internasional sebelumnya juga dilakukan Sporta Indonesia melalui partisipasi dalam Kuching Marathon 2026. Dalam kegiatan tersebut, Sporta Indonesia mempromosikan PCR 2027 sekaligus memperkenalkan Pontianak sebagai salah satu tujuan wisata olahraga di kawasan regional.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik penyelenggaraan Slow Jogging Pontianak 2,55K yang menjadi bagian dari peluncuran PCR 2027. Menurutnya, antusiasme ribuan peserta menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap aktivitas olahraga rekreatif yang dapat diikuti berbagai kalangan.

Edi menilai, olahraga tidak selalu harus dilakukan dengan intensitas tinggi. Masyarakat dapat memulai kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas sederhana, seperti berjalan kaki dan jogging ringan, selama dilakukan secara rutin.

“Melalui kegiatan seperti slow jogging ini, kita ingin semakin banyak masyarakat yang gemar berolahraga. Tidak harus olahraga berat, yang penting rutin bergerak, sehat, dan bisa menikmati suasana kota bersama-sama,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkot Pontianak tengah mewacanakan penambahan lokasi Car Free Day (CFD) di sejumlah kawasan sebagai bagian dari pengembangan Pontianak menjadi kota ramah olahraga atau sport city. Selama ini, Jalan Ahmad Yani menjadi salah satu pusat aktivitas olahraga masyarakat setiap akhir pekan. Ke depan, pemerintah ingin menyediakan lebih banyak ruang publik agar warga memiliki pilihan lokasi untuk berolahraga dan berekreasi.

“Kita ingin kawasan Car Free Day ini semakin banyak, tidak hanya terpusat di Ahmad Yani. Dengan semakin banyak ruang yang bisa dimanfaatkan, masyarakat juga punya lebih banyak pilihan tempat untuk berolahraga,” katanya.

Edi menambahkan, kegiatan olahraga massal juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat. Kehadiran peserta dan pengunjung dalam jumlah besar dapat membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, terutama di sektor kuliner dan jasa. Karena itu, ia berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas olahraga, dan penyelenggara seperti Sporta Indonesia terus diperkuat.

Peluncuran Pontianak City Run 2027 yang bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-255 Kota Pontianak menjadi awal persiapan menuju salah satu agenda olahraga berskala besar di Kalimantan Barat. Dengan target 10.000 pelari dan pilihan kategori mulai 5K hingga marathon, PCR diharapkan mampu mendorong peningkatan prestasi pelari lokal sekaligus memperkuat posisi Pontianak sebagai destinasi sport tourism di tingkat nasional dan internasional. (*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

ads

نموذج الاتصال