![]() |
| Pontianak Dragon Boat Race resmi digelar |
PONTIANAK, KP – Sungai Kapuas menjadi arena adu kecepatan dan kekompakan 72 tim dalam Pontianak Dragon Boat Race yang berlangsung di kawasan Taman Alun Kapuas, Jumat (6/11/2026). Kejuaraan ini menghadirkan pendayung dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, serta sejumlah tim dari negara tetangga.
Ajang tersebut semakin semarak dengan kehadiran Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalbar, Daud Yordan, yang dikenal dengan julukan The Boxing Senator. Ia datang didampingi Ketua Harian KONI Kalbar Saupi dan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Damianus Yordan.
Kehadiran pimpinan KONI Kalbar disambut antusias para atlet dayung. Daud pun memberikan dukungan sekaligus mengapresiasi semangat para peserta yang berlaga dalam kompetisi tersebut.
Ia mengingatkan, pertandingan dalam rangkaian Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalbar 2026 bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan dan medali. Lebih dari itu, kompetisi harus menjadi ruang memperkuat persaudaraan dan silaturahmi antaratlet dari berbagai daerah.
“Bertandinglah dengan penuh semangat dan tunjukkan kemampuan terbaik. Namun, jangan pernah meninggalkan sportivitas. Hormati lawan, hargai keputusan wasit dan juri, serta jadikan Porprov ini sebagai ajang mempererat silaturahmi dan persaudaraan seluruh insan olahraga Kalimantan Barat,” pesannya.
Menurut Daud, kemenangan memang menjadi target setiap atlet. Namun, perjuangan, kebersamaan, dan sikap saling menghargai juga menjadi bagian penting dari prestasi olahraga.
“Menang dan kalah merupakan bagian dari pertandingan. Yang terpenting adalah bagaimana kita berjuang secara sportif, menjaga persaudaraan, dan membawa kebanggaan bagi daerah masing-masing. Kita ingin Porprov ini melahirkan atlet-atlet berprestasi yang juga memiliki karakter dan jiwa olahraga yang kuat,” tambahnya.
Ketua Panitia Pontianak Dragon Boat Race, Helga Abraham, menjelaskan kejuaraan tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kota Pontianak, Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI), Asian Chinese Youth Association (ACYA), serta Sporta Indonesia.
Menurut Helga, kegiatan ini tidak hanya dirancang sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah mempertemukan komunitas dan organisasi melalui olahraga dayung. Selain itu, kejuaraan diharapkan mempererat hubungan persahabatan antardaerah hingga lintas negara.
“Pontianak Dragon Boat Race mempertandingkan tiga kategori, yakni Open Man yang diikuti 30 tim, Inter Community Group/Organization sebanyak 30 tim, serta Exhibition Woman dengan 12 tim. Total ada 72 tim yang akan memeriahkan kejuaraan ini,” jelas Helga.
Owner Sporta Jawara Indonesia, Ongky Lesmana, juga terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat menghadirkan kompetisi yang meriah sekaligus memperkuat potensi Pontianak sebagai salah satu daerah pengembangan olahraga dayung.
Pembukaan kejuaraan turut dihadiri Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Dankodaeral Laksamana Muda TNI Sawa, serta Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalbar II Adrianus Asia Sidot yang juga menjabat Ketua Pengprov PODSI Kalbar.
Pontianak Dragon Boat Race sekaligus menandai dimulainya pertandingan cabang olahraga dayung pada Porprov XIV Kalbar 2026. Selain Dragon Boat, terdapat tiga nomor lainnya yang diperlombakan, yakni Kayak, Kano, dan Rowing.
Para pendayung dari kabupaten dan kota se-Kalbar akan mengerahkan kemampuan, teknik, kecepatan, serta kekompakan untuk meraih hasil terbaik. Kehadiran tim dari negara tetangga turut memberikan nuansa internasional dalam kejuaraan tersebut.
Melalui ajang ini, Sungai Kapuas tidak hanya menjadi arena persaingan para pendayung, tetapi juga ruang pertemuan atlet untuk membangun kebersamaan dan persahabatan lintas daerah maupun negara.(*/Red)
