![]() |
| Perkuat Distribusi BBM di Kalbar |
PONTIANAK, KP – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menambah dukungan personel Awak Mobil Tangki (AMT) di Integrated Terminal (IT) Pontianak dan Fuel Terminal (FT) Sintang untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Barat. Langkah ini dilakukan di tengah kondisi Sungai Kapuas yang surut agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan penambahan personel merupakan upaya perusahaan menyesuaikan pola distribusi dengan kondisi lapangan sekaligus memastikan keselamatan pekerja.
“Kami memahami betapa pentingnya BBM bagi masyarakat untuk bekerja, mengantar anak ke sekolah, dan menjalankan usaha. Di tengah kondisi Sungai Kapuas yang surut, kami terus mengupayakan agar pengiriman BBM kepada masyarakat tetap berjalan. Salah satu langkahnya dengan menambah dukungan awak mobil tangki di Pontianak dan Sintang untuk menguatkan pengiriman ke SPBU. Kami ingin masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, dengan tetap menjaga keselamatan para awak yang bertugas mengantarkan BBM,” ujar Edi.
Di IT Pontianak, penguatan operasional mencakup dukungan 44 orang AMT, ditambah personel bantuan dari wilayah Jawa Bagian Tengah (JBT) sebanyak delapan orang dan Jawa Bagian Barat (JBB) sebanyak 10 orang. Sementara itu, FT Sintang memperoleh tambahan enam orang AMT untuk mendukung pengiriman BBM ke lembaga penyalur di wilayah layanannya.
Dukungan personel tersebut memberikan fleksibilitas dalam pengaturan penugasan dan jadwal pengiriman, termasuk untuk melayani SPBU dengan jarak tempuh panjang. Pertamina juga memastikan kebugaran dan waktu istirahat AMT tetap diperhatikan agar perjalanan berlangsung sesuai prosedur keselamatan.
Penambahan personel dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan kesiapan armada, pemantauan stok BBM di SPBU, serta penyesuaian jadwal distribusi berdasarkan kebutuhan lapangan. Hasil pemantauan menjadi dasar penentuan prioritas pengiriman, terutama bagi SPBU yang membutuhkan pengisian ulang persediaan.
Edi mengatakan, kelancaran distribusi BBM tidak terlepas dari dedikasi para awak mobil tangki yang bertugas mengantarkan energi kepada masyarakat, termasuk personel bantuan dari wilayah lain.
“Di balik setiap pengiriman BBM, ada awak mobil tangki yang menempuh perjalanan untuk mengantarkan energi bagi masyarakat. Kami mengapresiasi dedikasi mereka, termasuk rekan-rekan dari wilayah lain yang turut membantu pelayanan di Kalimantan Barat. Kami juga memastikan pengaturan waktu kerja dan istirahat tetap diperhatikan agar mereka dapat menjalankan tugas dengan baik dan kembali kepada keluarga dengan selamat,” tambahnya.
Untuk mendukung kelancaran penyaluran, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan pengelola SPBU. Koordinasi dilakukan untuk menjaga ketertiban pelayanan sekaligus menyesuaikan pengiriman dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.
Pertamina juga memantau perkembangan kondisi Sungai Kapuas, cuaca, kabut asap, dan akses jalan sebagai bahan evaluasi operasional. Dalam setiap kegiatan distribusi, perusahaan tetap memperhatikan penggunaan alat pelindung diri dan kesiapan peralatan keselamatan untuk melindungi pekerja maupun masyarakat.
“Kami terus mengevaluasi kebutuhan di lapangan agar dukungan personel dan armada dapat membantu menjaga pelayanan BBM bagi masyarakat Kalimantan Barat. Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, aparat, pengelola SPBU, serta masyarakat dalam menjaga distribusi dan pelayanan tetap berjalan dengan baik,” tutup Edi.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya serta mengikuti pengaturan pelayanan di SPBU.(*/Red)
