Pelajar Pontianak Raih Gold NYAA 2026, Perkenalkan Batik Dayak kepada Presiden Singapura


Nathan Alexandro Tjhe menerima penghargaan Gold NYAA 2026 di Singapura

SINGAPURA, KP – Pelajar asal Pontianak, Kalimantan Barat, Nathan Alexandro Tjhe berumur 17 tahun, mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional setelah menerima penghargaan Gold National Youth Achievement Award (NYAA) 2026 langsung dari Presiden Singapura, Tharman Shanmugaratnam, Senin (26/10/2026).

Nathan menjadi satu-satunya pelajar asal Indonesia di antara 31 penerima yang dipilih secara nasional oleh Istana Kepresidenan Singapura untuk menerima penghargaan secara langsung dari Presiden. Pengakuan khusus atau Presidential Recognition tersebut diberikan kepada penerima yang dinilai memiliki kontribusi besar dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

National Youth Achievement Award merupakan program pengembangan generasi muda di Singapura yang mendorong pembentukan karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial. Gold Award menjadi jenjang penghargaan tertinggi dalam program tersebut bagi peserta berusia minimal 16 tahun.

Tak hanya menorehkan prestasi di bidang pengembangan diri dan kepemimpinan, Nathan juga mendapat kesempatan istimewa untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya Pontianak dan Kalimantan Barat, melalui produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak, di bawah bimbingan Dr. Dra. Hj. Yanieta Arbiastutie, Apt., M.M., M.Sc.

Dalam kesempatan tersebut, Nathan secara langsung menyampirkan kain batik bermotif Dayak hasil kerajinan perajin lokal Pontianak di bahu Presiden Tharman sebagai bentuk penghormatan kepada kepala negara Singapura. Presiden Tharman pun mengenakan kain bermotif Dayak tersebut, sekaligus menjadi bagian dari momen perkenalan budaya Kalimantan Barat di tingkat internasional.

Nathan sendiri tampil mengenakan busana batik yang dirancang dan dibuat oleh desainer lokal Kalimantan Barat, Cindyka Verona. Keduanya kemudian berfoto bersama untuk mengabadikan momen tersebut.

Upacara penganugerahan itu turut dihadiri Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee, Menteri Kebudayaan, Masyarakat, dan Pemuda David Neo, serta sejumlah duta besar dan komisaris tinggi negara asing di Singapura. Acara dipimpin Senior Minister of State Desmond Tan, sementara Presiden Tharman Shanmugaratnam hadir sebagai tamu kehormatan yang menyerahkan penghargaan kepada para penerima terpilih.

Saat ini, Nathan tengah menyelesaikan pendidikan International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP) di Anglo-Chinese School (International), Singapura.
Nathan mengaku bangga dan bersyukur dapat meraih penghargaan tersebut sekaligus membawa identitas Indonesia ke panggung internasional. Baginya, kesempatan memperkenalkan produk UMKM lokal Pontianak dan menyampirkan kain batik Dayak kepada Presiden Singapura menjadi pengalaman yang sangat berkesan.

“Saya sangat bangga dan bersyukur menjadi satu-satunya pelajar Indonesia di antara 31 penerima terpilih yang mendapat kehormatan menerima penghargaan langsung dari Presiden Singapura. Sebagai putra Indonesia asal Kalimantan Barat, kesempatan khusus untuk memperkenalkan budaya dan produk UMKM lokal Pontianak, serta menyampirkan kain batik Dayak kepada Presiden sebagai bentuk penghormatan, menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan membanggakan bagi saya,” ujar Nathan.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi Indonesia, khususnya masyarakat Pontianak dan Kalimantan Barat. Pencapaian Nathan sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia mampu memperoleh pengakuan di tingkat internasional, sembari memperkenalkan kekayaan budaya daerah asalnya kepada dunia.(Rif)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

ads

نموذج الاتصال