Karhutla Melawi Disorot, Perusahaan Asal Malaysia Jadi Perhatian

Perusahaan Asal Malaysia Jadi Perhatian

MELAWI, KP – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, kembali menjadi perhatian. Asap pekat mulai mengganggu aktivitas masyarakat, sementara titik-titik api dilaporkan masih ditemukan di sejumlah lokasi.

Persoalan tersebut mencuat di tengah keluhan Pemerintah Malaysia terkait kabut asap yang disebut berasal dari Indonesia dan telah disampaikan kepada Sekretariat ASEAN. Ironisnya, di tengah sorotan terhadap dampak asap lintas batas itu, sebuah perusahaan penanaman modal asing asal Malaysia turut menjadi perhatian masyarakat terkait karhutla yang melanda wilayah Melawi.

Masyarakat bersama Kepala Desa Laman Bukit sebelumnya telah menyampaikan aduan kepada Tim Satgas Karhutla Mabes TNI. Dalam laporan tersebut, aktivitas dan pengelolaan lahan PT Rafi Kamajaya Abadi disebut-sebut berkaitan dengan meluasnya karhutla di wilayah tersebut.

Dampak kebakaran disebut tidak hanya dirasakan masyarakat di Desa Laman Bukit. Sedikitnya 11 desa dilaporkan terdampak, yakni Desa Balai, Batu Ampar, Belansat, Labang, Tekaban, Pemuar, Batu Buil, Sopan Tapak, Batu Nanta, dan Nanga Kayan, serta sejumlah wilayah lainnya.

PT Rafi Kamajaya Abadi sendiri disebut bukan kali pertama menjadi sorotan dalam persoalan karhutla. Perusahaan tersebut pernah terseret perkara kebakaran hutan dan lahan pada 2019 yang kemudian berujung pada proses hukum. Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan langkah pencegahan dan mitigasi kebakaran yang dilakukan perusahaan.

Masyarakat berharap persoalan serupa tidak kembali terulang. Mereka juga meminta adanya tanggung jawab dari pihak korporasi apabila nantinya ditemukan pelanggaran berdasarkan hasil penyelidikan maupun pemeriksaan oleh aparat yang berwenang.

Perhatian terhadap persoalan ini semakin serius setelah Tim Satgas Karhutla Mabes TNI turun langsung ke lokasi. Pada Kamis (3/9/2026), tim yang dipimpin Brigjen TNI Luqman Arief melakukan inspeksi mendadak ke lokasi karhutla di Desa Batu Nanta.

Setelah meninjau langsung lokasi kebakaran, tim kemudian mendatangi kantor PT Rafi Kamajaya Abadi bersama kepala desa dan masyarakat. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana tegang.

Brigjen TNI Luqman Arief kemudian memimpin audiensi antara masyarakat dan perwakilan manajemen perusahaan untuk mencari solusi atas persoalan karhutla yang terjadi.

Dalam pertemuan itu, Satgas Karhutla Mabes TNI meminta perusahaan tidak lepas tangan dalam penanganan kebakaran. Korporasi diminta mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk membantu proses pemadaman api sekaligus menangani dampak karhutla yang dirasakan masyarakat.

Selain menangani kebakaran yang sedang berlangsung, perusahaan juga diminta memperkuat langkah pencegahan dan mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Langkah Satgas Karhutla Mabes TNI tersebut mendapat respons dari masyarakat. Audiensi yang digelar diharapkan dapat meredam ketegangan sekaligus mendorong penyelesaian persoalan secara terukur.

Kini masyarakat menunggu realisasi komitmen perusahaan dalam membantu penanganan karhutla di Melawi. Sementara itu, dugaan keterlibatan korporasi dalam kebakaran yang terjadi masih memerlukan pembuktian melalui proses pemeriksaan dan penegakan hukum oleh pihak berwenang.

Persoalan karhutla ini menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak. Penanganan kebakaran, penguatan pencegahan, serta penegakan hukum yang transparan diharapkan dapat memberikan kepastian sekaligus mencegah bencana serupa kembali terjadi.

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

ads

نموذج الاتصال