MELAWI, KP – Upaya menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, dilakukan melalui berbagai langkah. Selain berjibaku memadamkan api, Satgas Karhutla Mabes TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat juga menggelar Shalat Istisqa serta doa bersama untuk memohon turunnya hujan.
Shalat Istisqa berlangsung di Lapangan Bandara Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Kegiatan tersebut diikuti Bupati Melawi bersama jajaran pemerintah daerah, personel Satgas Karhutla Mabes TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, alim ulama, serta ratusan warga Nanga Pinoh.
Satgas Karhutla Mabes TNI yang dipimpin Brigjen TNI Luqman Arief menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar bersama di tengah penanganan karhutla yang masih dilakukan di sejumlah wilayah.
Sebelum mengikuti doa bersama, personel satgas telah melakukan pemadaman di sejumlah lokasi yang terdampak karhutla. Penanganan tidak hanya dilakukan dengan pemadaman, tetapi juga melalui penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Suasana khidmat terlihat saat ratusan warga bersama aparat dan tokoh agama memanjatkan doa. Mereka berharap hujan segera turun untuk membantu mengurangi dampak kabut asap sekaligus mendukung upaya pemadaman titik-titik api yang masih menjadi ancaman.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, dan masyarakat dalam menghadapi karhutla di Melawi. Penanganan persoalan karhutla dinilai membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, baik melalui tindakan langsung di lapangan maupun upaya pencegahan.
Brigjen TNI Luqman Arief bersama jajaran Satgas Karhutla Mabes TNI menegaskan komitmen untuk terus melakukan upaya penanganan karhutla. Langkah tersebut dilakukan melalui pemadaman dan pencegahan, sekaligus membangun pendekatan sosial serta spiritual bersama masyarakat.
Bagi masyarakat Melawi, kehadiran aparat dalam Shalat Istisqa juga menjadi dukungan moral di tengah kondisi yang terdampak kabut asap. Kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa menghadapi karhutla tidak cukup hanya mengandalkan satu pihak, tetapi membutuhkan kerja sama antara aparat, pemerintah dan masyarakat.
Selama potensi kebakaran masih menjadi ancaman, upaya pemadaman, pencegahan, edukasi, serta penguatan sinergi dengan masyarakat akan terus dilakukan untuk menekan dampak karhutla di Kabupaten Melawi. (*/Red)