![]() |
| Pizza Hut Ajak Anak Kenali Perjalanan Bahan Pangan |
BANDUNG, KP – Pizza Hut Indonesia merayakan satu dekade Pizza Maker Junior (PMJ) dengan mengusung semangat “Create, Care, and Appreciate”. Selama 10 tahun, program edukasi tersebut telah menghadirkan pengalaman belajar interaktif dan menyenangkan bagi lebih dari 5 juta anak di Indonesia.
Melalui Pizza Maker Junior, anak-anak tidak hanya diajak membuat pizza secara langsung, tetapi juga mengenal berbagai bahan makanan sekaligus mengekspresikan kreativitas dan imajinasi melalui pizza yang mereka buat sendiri.
Sebagai puncak perayaan satu dekade, Pizza Hut Indonesia memperluas pengalaman tersebut melalui kegiatan Pizza Maker Junior Farm Visit bersama Kelompok Tani Sumber Tani Mulya di Bandung, Kabupaten Bandung Barat. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak melihat secara langsung perjalanan bahan pangan dari kebun sebelum akhirnya menjadi bagian dari hidangan yang mereka nikmati.
Anak-anak diperkenalkan dengan proses budidaya paprika, mulai dari penanaman, perawatan hingga tanaman siap dipanen. Setelah mengenal paprika dari sumbernya, mereka kemudian melanjutkan kegiatan dengan membuat pizza di outlet Pizza Hut Kota Baru Parahyangan.
Herryady, Local Store Manager Pizza Hut Indonesia, mengatakan pengalaman di pertanian menjadi bagian dari upaya memperluas proses belajar yang selama ini menjadi visi Pizza Maker Junior.
“Selama 10 tahun, Pizza Maker Junior telah menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar dan berkreasi melalui pengalaman membuat pizza. Sebagai puncak perayaan satu dekade Pizza Maker Junior, kami ingin memperluas pengalaman tersebut melalui rangkaian kunjungan ke pertanian Pizza Hut Indonesia di berbagai wilayah. Dimulai dari Bandung, kemudian Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, anak-anak diajak melihat langsung bagaimana bahan makanan yang mereka gunakan sehari-hari berasal dan dipersiapkan, sehingga mereka dapat memahami bahwa setiap hidangan memiliki perjalanan yang dimulai jauh sebelum sampai di meja makan,” ujar Herryady.
Dalam kunjungan tersebut, anak-anak melihat langsung proses budidaya paprika yang menjadi salah satu bahan dalam berbagai menu pizza Pizza Hut Indonesia. Mereka belajar mengenali tanaman, memahami proses perawatan hingga melihat paprika tumbuh dan siap dipanen.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran sederhana mengenai proses panjang yang dilalui sebuah bahan pangan sebelum akhirnya diolah menjadi makanan. Bagi anak-anak, aktivitas tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di pertanian dengan makanan yang mereka kenal sehari-hari.
Dedey, Ketua Kelompok Tani Sumber Tani Mulya, menyambut kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk memperkenalkan dunia pertanian secara langsung kepada generasi penerus.
“Kami senang anak-anak bisa datang dan melihat langsung bagaimana paprika ditanam dan dirawat sampai siap dipanen. Biasanya mereka mengenal paprika setelah sudah menjadi bagian dari makanan, jadi lewat kegiatan ini mereka bisa tahu bahwa ada proses yang cukup panjang sebelum bahan tersebut sampai ke meja makan,” ujar Dedey.
Setelah mengenal paprika dari sumbernya, anak-anak kemudian mengikuti aktivitas khas Pizza Maker Junior dengan berkreasi membuat Super Supreme Pizza. Berbagai bahan digunakan dalam proses tersebut, termasuk paprika yang sebelumnya mereka lihat dan pelajari secara langsung di lahan pertanian.
Dengan demikian, pengalaman di kebun terhubung langsung dengan aktivitas membuat pizza yang menjadi bagian dari perjalanan Pizza Maker Junior selama satu dekade. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman kreatif, tetapi juga memahami keterkaitan antara pertanian, bahan pangan dan makanan yang tersaji di meja.
Sebelumnya, dalam rangkaian perayaan 10 tahun Pizza Maker Junior, Pizza Hut Indonesia juga menghadirkan kegiatan edukasi bersama TUKR yang mengajak anak-anak mengenal pengolahan minyak jelantah secara lebih bertanggung jawab. Pizza Hut Indonesia turut berkolaborasi dengan Play-Doh melalui berbagai paket yang memadukan pengalaman menikmati Pizza Hut dengan aktivitas kreatif bersama Play-Doh.
Kegiatan Farm Visit juga menjadi kesempatan bagi Pizza Hut Indonesia untuk memperkenalkan Pizza Hut Peduli Petani, salah satu inisiatif dalam program CSR Pizza Hut Peduli 8P. Program tersebut berfokus pada pemberdayaan petani lokal sekaligus mendukung ketersediaan hasil pertanian berkualitas yang digunakan dalam berbagai menu Pizza Hut Indonesia.
Melalui Pizza Hut Peduli Petani, Pizza Hut Indonesia memberikan dukungan berupa modal usaha, pendampingan teknis hingga komitmen pembelian hasil pertanian dengan harga yang lebih stabil.
Program tersebut juga menerapkan prinsip Good Agriculture Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP) untuk mendukung proses budidaya, menjaga kualitas serta keamanan pangan dan mendorong praktik pertanian yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Sejak 2013, Pizza Hut Indonesia telah bermitra dengan lebih dari 243 petani di 15 area pertanian yang tersebar di Jawa, Bali dan Sulawesi. Kemitraan tersebut mencakup hampir tiga hektare lahan pertanian dengan lebih dari 100 greenhouse yang menghasilkan berbagai komoditas, seperti paprika, buncis, tomat dan selada romaine.
Saat ini, 100 persen paprika dan tomat yang digunakan di Pizza Hut Restaurant bersumber dari petani lokal. Sumber Tani Mulya yang menjadi lokasi Pizza Maker Junior Farm Visit juga telah bergabung dalam program kemitraan Pizza Hut Peduli Petani selama kurang lebih tujuh tahun dan memasok paprika untuk memenuhi kebutuhan Pizza Hut Indonesia di wilayah Bandung.
Hingga kini, seluruh kebutuhan paprika di 43 outlet Pizza Hut Restaurant, Pizza Hut Delivery dan Pizza Hut Ristorante Bandung menggunakan hasil pertanian petani binaan. Kedekatan lokasi dengan kebutuhan operasional turut membantu efisiensi distribusi sekaligus memudahkan pemantauan kualitas bahan. Kemitraan tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi petani lokal.
Ke depan, Pizza Hut Indonesia akan terus mengembangkan Pizza Maker Junior sebagai pengalaman edukatif yang memungkinkan anak-anak belajar, berkreasi dan bereksplorasi melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian mereka.
Melalui berbagai kegiatan kreatif dan edukatif, program tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan pengalaman menyenangkan, tetapi juga membuka wawasan anak mengenai proses panjang di balik makanan yang mereka nikmati.(*/Red)
