![]() |
| Tim YARSI Pontianak |
KUBU RAYA, KP – Penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman, tetapi juga perhatian terhadap kondisi kesehatan para relawan dan masyarakat terdampak. Hal tersebut diwujudkan melalui kolaborasi YARSI Pontianak bersama Karang Taruna Kabupaten Kubu Raya di Posko Segar.
Melalui kolaborasi ini, YARSI Pontianak mengerahkan tim kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada petugas pemadam maupun masyarakat yang membutuhkan pertolongan selama menghadapi dampak karhutla. Kehadiran tenaga kesehatan di posko diharapkan dapat memberikan akses pertolongan yang lebih mudah, terutama bagi mereka yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap dan aktivitas di sekitar lokasi kebakaran.
Ketua Pengurus YARSI Pontianak, Suhadi, mengatakan keterlibatan YARSI merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak karhutla. Menurutnya, aspek kesehatan menjadi bagian penting dalam penanganan bencana, mengingat petugas pemadam harus bekerja di tengah kondisi lingkungan yang penuh asap dan memiliki risiko terhadap kesehatan.
“Ini kan merupakan bencana nasional, di mana model kepedulian YARSI adalah pertama kita turut serta menanggulangi dampak daripada kebakaran hutan lahan, terutama kaitannya dengan masalah kesehatan, baik itu kesehatan petugasnya maupun kesehatan dari masyarakat setempat,” kata Suhadi.
Ia mengatakan, masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan selama berada di tengah kondisi karhutla dapat memanfaatkan layanan kesehatan yang disiapkan di Posko Segar. Keluhan yang berkaitan dengan pernapasan maupun gangguan kesehatan lainnya dapat memperoleh penanganan awal dari tim yang telah disiapkan.
“Apabila masyarakat mengalami gejala-gejala, mungkin ada yang karena pernapasan dan lain-lain, bolehlah nanti datang ke sini. Kita siap untuk memberikan pertolongan,” ujarnya.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, YARSI Pontianak mengerahkan personel dari sejumlah fasilitas dan institusi pendidikan yang berada di bawah naungannya. Tim yang disiapkan terdiri atas dua dokter dan tiga ambulans dari rumah sakit, 21 perawat dari STIKES, serta 19 tenaga kefarmasian dari Akademi Farmasi.
“Saat ini kita ada beberapa anggota kita dari rumah sakit, ada dua dokter, tiga ambulans. Kita dari STIKES ada 21 perawat, kemudian dari Akademi Farmasi ada 19 tenaga kefarmasian,” jelasnya.
Tim tersebut dijadwalkan memberikan pelayanan mulai 26 Agustus hingga 2 September 2026. Kehadiran mereka di Posko Segar diharapkan dapat membantu memastikan kebutuhan kesehatan para relawan maupun masyarakat tetap terlayani selama penanganan karhutla berlangsung.
Kolaborasi YARSI Pontianak dan Karang Taruna Kubu Raya ini sekaligus memperluas fungsi Posko Segar yang sebelumnya telah menjadi salah satu titik dukungan bagi para relawan pemadam. Selain layanan kesehatan, posko tersebut juga menyediakan berbagai kebutuhan untuk membantu petugas yang berada di lapangan.
Sebelumnya, Posko Segar turut menyalurkan air dingin, susu, dan vitamin kepada tim pemadam kebakaran yang bertugas menangani karhutla di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya. Dukungan tersebut diberikan untuk membantu menjaga kondisi para relawan yang harus bekerja dalam situasi dan cuaca yang cukup berat.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, penanganan dampak karhutla di Kubu Raya diharapkan tidak hanya mampu mempercepat respons terhadap kebakaran, tetapi juga memberikan perlindungan bagi masyarakat dan relawan yang berada di garis depan.
