Gunakan Lancang Kuning dan Nozzle Tancap, Polda Kalbar Perkuat Penanganan Karhutla

PONTIANAK,KP – Upaya mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat terus dilakukan Satuan Tugas Operasi (Satgas Ops) Pemadaman dalam Operasi Kepolisian Kontingensi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026”. Personel di lapangan mengintensifkan patroli dan penyisiran kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.

Patroli dilakukan menggunakan kendaraan roda dua berupa motor trail dan kendaraan roda empat. 

Tim menyisir kawasan hutan, lahan gambut hingga wilayah yang berbatasan dengan area konsesi. Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi potensi munculnya titik api sedini mungkin sekaligus mencegah kebakaran berkembang dan meluas.

Dalam menjalankan tugasnya, personel Satgas didukung teknologi pemantauan melalui aplikasi Lancang Kuning. 

Sistem tersebut digunakan untuk memantau keberadaan titik panas atau hotspot secara real-time sehingga pergerakan petugas dapat diarahkan menuju lokasi yang membutuhkan penanganan.

Ketika titik api terdeteksi di sekitar permukiman warga maupun kawasan yang dinilai rawan, personel segera bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan.

 Sejumlah peralatan taktis turut digunakan, di antaranya mesin air portabel, selang pemadam atau fire hose, serta alat pemukul api atau gepyok.

Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan Karhutla. Api yang terlihat di permukaan belum tentu menunjukkan bahwa kebakaran telah sepenuhnya padam. 

Bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan tanah sehingga berpotensi kembali memunculkan api apabila proses pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, personel Satgas menerapkan teknik pemadaman menggunakan mesin pompa bertekanan tinggi dan nozzle tancap. 

Peralatan tersebut digunakan dengan cara menyiram bagian bawah permukaan tanah gambut agar bara yang masih tersembunyi dapat dipadamkan.

Kasatgas Pemadaman AKBP Syarief Eddy, S.Sos., M.H., mengatakan penanganan lahan gambut membutuhkan teknik khusus serta ketelitian dari personel. 

Selain memastikan bara di bawah permukaan benar-benar mati, petugas juga mencari sumber air terdekat untuk mempercepat proses pemadaman.

“Kami melakukan teknik pemadaman khusus, yakni menyiram bawah permukaan tanah gambut menggunakan mesin pompa tekanan tinggi dan nozzle tancap untuk memastikan bara api yang tersembunyi benar-benar mati, sekaligus mencari titik sumber air terdekat untuk percepatan operasi,” tegas Syarief.

Pemanfaatan teknologi pemantauan dan peralatan pemadaman tersebut menjadi bagian dari strategi Satgas dalam mempercepat respons terhadap setiap indikasi kebakaran. 

Data yang diperoleh dari aplikasi Lancang Kuning membantu petugas menentukan arah pergerakan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih tepat sasaran.

Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., selaku Kasubsatgas Humas, mengatakan teknologi tersebut memberikan dukungan penting bagi personel yang bertugas di lapangan.

“Pemanfaatan aplikasi Lancang Kuning ini sangat membantu personel kami bermanuver secara presisi untuk menjangkau hotspot, sehingga proses pendinginan dapat berlangsung cepat dan lingkungan kita tetap terjaga dari dampak kabut asap,” ujarnya.

Patroli dan penyisiran kawasan rawan Karhutla terus dilakukan secara berkesinambungan. 

Satgas tidak hanya berupaya memadamkan api yang telah muncul, tetapi juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali terjadi.

Kolaborasi antara kesiapsiagaan personel, peralatan taktis dan teknologi pemantauan menjadi kekuatan dalam menghadapi ancaman Karhutla. 

Dengan respons yang cepat dan penanganan yang tepat, Polda Kalbar berupaya menekan risiko meluasnya kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan Kalimantan Barat dari dampak kabut asap. (*/Red) 

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

ads

نموذج الاتصال