Sultan Pontianak Minta Warga Waspadai Karhutla, Desak Pertamina Benahi Distribusi BBM di Kalbar

Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie

PONTIANAK, KP – Sultan Pontianak yang juga Anggota MPR RI/DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Barat, Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie, mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.

Menurut Sultan Melvin, tanda-tanda kabut asap mulai terlihat, terutama di Kabupaten Kubu Raya. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi bencana yang berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat.

"Saat saya kembali dari Jakarta, saya melihat sudah mulai muncul beberapa titik asap, terutama di kawasan Kubu Raya. Karena itu saya mengimbau seluruh masyarakat Kalbar, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota untuk benar-benar memperhatikan kondisi yang terjadi saat ini," ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara semakin memburuk. Penggunaan masker juga dinilai penting sebagai upaya melindungi diri dari paparan asap akibat karhutla.

"Yang paling penting adalah menjaga kesehatan. Jangan sampai masyarakat menjadi korban akibat buruknya kualitas udara. Pemerintah daerah juga harus terus melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan secara cepat," katanya.

Selain menyoroti ancaman karhutla, Sultan Melvin juga menyampaikan keprihatinannya terhadap antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pontianak dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh terus berulang karena mengganggu aktivitas masyarakat dan berdampak pada roda perekonomian.

"Ini sudah terjadi untuk kedua kalinya. Sebelumnya juga pernah terjadi menjelang Idulfitri, dan sekarang masyarakat kembali harus mengantre panjang hanya untuk mendapatkan bahan bakar," ungkapnya.

Ia meminta PT Pertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Barat agar pasokan tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Saya berharap kepada Direktur Pertamina agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Pertamina harus segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi BBM di Kalimantan Barat berjalan lancar sehingga masyarakat tidak lagi mengalami antrean panjang," tegasnya.

Sultan Melvin menilai ketersediaan BBM merupakan kebutuhan mendasar yang berpengaruh langsung terhadap aktivitas masyarakat maupun dunia usaha. Karena itu, distribusi harus dikelola secara tepat, merata, dan sesuai kebutuhan di setiap daerah.

"Saya berharap penyaluran BBM benar-benar diperhatikan sehingga kebutuhan masyarakat di seluruh Kalimantan Barat dapat terpenuhi dengan baik. Jangan sampai persoalan distribusi ini terus berulang dan akhirnya membebani masyarakat," pungkasnya. (Rif)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال