![]() |
| Pangdam XII/Tanjungpura Pimpin Panen Raya Padi |
KUBU RAYA, KP – Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito memimpin panen raya padi di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (17/7). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan panen raya TNI Angkatan Darat yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan terhubung melalui video conference bersama Presiden Republik Indonesia dari Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Panen raya menjadi wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan para petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Di Kalimantan Barat, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas sektor pertanian yang dinilai memiliki potensi besar sebagai penopang ketahanan logistik wilayah.
Dalam sambutannya, Pangdam XII/Tanjungpura menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam keberhasilan panen, terutama kelompok gabungan tani (Gapoktan) yang selama ini menjadi ujung tombak produksi pangan di daerah.
"Saya secara pribadi dan atas nama Pangdam XII/Tpr beserta jajaran menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para Gapoktan di wilayah Kubu Raya. Panen raya ini merupakan wujud nyata kerja keras para petani, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang telah bersinergi," ujar Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.
Ia menjelaskan, Kalimantan Barat memiliki potensi pertanian yang besar, terutama di wilayah Kubu Raya, Mempawah, Sambas, hingga Ketapang yang memiliki hamparan sawah cukup luas. Di Desa Arang Limbung sendiri, sekitar 30 hektare lahan dikelola oleh Gapoktan Puring Sari dan Wanara Jaya dengan varietas padi Inpari 32 yang mampu menghasilkan produktivitas sekitar 2 hingga 2,5 ton per hektare dengan pola tanam dua kali dalam setahun.
Menurut Pangdam, ketahanan pangan memiliki keterkaitan erat dengan sistem pertahanan negara. Ketersediaan pangan dinilai menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung kesiapan logistik wilayah sehingga peran petani sangat strategis dalam menjaga ketahanan nasional.
"Ketahanan pangan merupakan bagian penting yang menjadi esensi dalam salah satu aspek pertahanan. Komponen pertahanan itu salah satunya adalah ketersediaan logistik wilayah dan ini sangat didukung oleh para petani kita, baik petani padi maupun petani sumber energi karbohidrat lainnya," tegasnya.
Pangdam berharap semangat gotong royong yang telah terjalin antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan untuk mendorong produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Ia optimistis hasil panen yang diperoleh tidak hanya membawa manfaat bagi para petani, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung ketersediaan logistik pangan di masa mendatang. (*/Red)


