Paduan Suara Anak Indonesia Raih Juara Umum Kompetisi Bergengsi di Hungaria

Paduan Suara Anak Indonesia Raih Juara Umum


JAKARTA, KP – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan anak bangsa di panggung internasional. The Resonanz Children’s Choir (TRCC) di bawah arahan konduktor Avip Priatna berhasil meraih gelar Juara Umum pada ajang 30th Béla Bartók International Choir Competition yang berlangsung di Debrecen, Hungaria.

Dalam kompetisi paduan suara bergengsi yang digelar pada 5 Juli 2026 tersebut, TRCC memborong sejumlah penghargaan sekaligus, yakni Grand Prize Winner (Juara Umum), Juara I Kategori Children's Choir dengan nilai 95,5 poin, Juara I Kategori Free Program dengan nilai 98 poin, serta penghargaan Conductor Prize for Outstanding Interpretation of Contemporary Pieces and Expressive Choral Sounding yang diraih Avip Priatna.

Keberhasilan tersebut sekaligus mengantarkan TRCC menjadi wakil Indonesia pada babak final European Grand Prix for Choral Singing (EGP) 2027 di Arezzo, Italia. Ajang tersebut mempertemukan para juara umum dari sejumlah kompetisi paduan suara paling bergengsi di Eropa.

Béla Bartók International Choir Competition merupakan salah satu kompetisi paduan suara paling prestisius di dunia yang berfokus pada karya-karya musik kontemporer abad ke-20 dan ke-21. Seluruh peserta diwajibkan membawakan komposisi yang diciptakan setelah tahun 1945, kecuali karya komposer legendaris Hungaria, Béla Bartók.

Berbeda dengan penampilan mereka di berbagai kompetisi internasional sebelumnya yang banyak mengusung lagu-lagu tradisional Indonesia, kali ini TRCC menyusun repertoar khusus bernuansa modern kontemporer sesuai karakter kompetisi.

Ketua Dewan Juri, Georg Grün dari Jerman, mengakui tingginya tingkat kesulitan kompetisi tersebut. Menurutnya, karya-karya kontemporer tidak hanya menuntut kemampuan teknis tinggi dari para penyanyi, tetapi juga interpretasi mendalam dari konduktor dan ketelitian para juri dalam melakukan penilaian.

Kompetisi tahun ini diikuti 11 paduan suara terpilih dari berbagai negara, di antaranya Amerika Serikat, Puerto Rico, Afrika Selatan, Jerman, Latvia, Turki, Hungaria, serta Indonesia. Sebelum tampil, seluruh peserta harus melalui proses seleksi ketat dengan mengirimkan rekaman video penampilan.

TRCC yang beranggotakan 40 penyanyi tampil pada dua kategori, yakni Children's Choir dan Free Program. Pada kategori Children's Choir mereka membawakan empat lagu karya komposer dari Slovenia, Italia, dan Hungaria. Sementara pada kategori Free Program, TRCC menampilkan karya-karya komposer Hungaria, Italia, serta satu komposisi karya musisi muda Indonesia, Fero Aldiansya Stefanus, berjudul 137 Hip-Street.

Penampilan gemilang tersebut membawa TRCC melaju ke babak Grand Prize bersama tiga finalis lainnya, yakni Riverside City College Chamber Singers dari Amerika Serikat, Coralia-Concert Choir of the University of Puerto Rico, serta Maska Mixed Choir dari Latvia.

Pada babak penentuan juara umum, TRCC membawakan tiga karya, yaitu Hodie Christus Natus Est karya József Karai, Spiritus Domini karya Michele Josia, serta A Poem to the Mother of the Gods karya komposer Jepang, Takatomi Nobunaga.

Konduktor TRCC, Avip Priatna, mengaku bangga atas pencapaian anak didiknya setelah melalui tantangan besar dalam mempelajari repertoar musik kontemporer.

"Membawakan repertoar musik kontemporer abad ke-20 dan 21 merupakan tantangan yang sangat besar. Saya sangat bangga melihat kerja keras anak-anak ini. Mereka tidak hanya berhasil mengatasi tingkat kesulitan musik yang tinggi, tetapi juga mampu menyampaikannya dengan sangat baik di panggung internasional," ujarnya.

Keberhasilan TRCC juga mendapat apresiasi dari Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Hungaria, Penny Dewi Herasati, yang hadir langsung menyaksikan babak Grand Prize.

"Saat menyaksikan penampilan TRCC yang tampil pertama, dalam bayangan saya sebuah paduan suara akan menghasilkan suara yang besar, bulat, dan penuh. Namun, ketika TRCC mulai bernyanyi, yang terdengar justru suara anak-anak yang ringan dan jernih, dengan talenta serta keahlian tinggi," ungkapnya.

Menurut Penny, setelah menyaksikan seluruh peserta tampil, ia semakin menyadari bahwa teknik vokal yang diperagakan TRCC justru memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

"Mereka tidak sekadar menyanyikan lagu, tetapi juga menampilkan penguasaan teknik vokal, dinamika, artikulasi, serta musikalitas yang membutuhkan disiplin tinggi. Bangga sekali dan haru mendengar nama TRCC dipanggil sebagai pemenang. Selamat kepada TRCC, teruslah berkarya dan berprestasi mengharumkan nama Indonesia di kancah global," tuturnya.

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال