![]() |
| BI Kalbar Borong Delapan Penghargaan di FESyar KTI 2026 |
PONTIANAK, KP – Provinsi Kalimantan Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Pada ajang Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2026 yang berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 10–12 Juli 2026, Kalimantan Barat berhasil memborong delapan penghargaan dari berbagai kategori kompetisi sekaligus memastikan sejumlah wakilnya melaju ke Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Barat terus berkembang secara positif melalui kolaborasi berbagai pihak. Tidak hanya mencetak prestasi di bidang kuliner halal, fesyen muslim, dan literasi ekonomi syariah, Kalimantan Barat juga menunjukkan kemajuan pada sektor wakaf produktif hingga kreativitas digital berbasis syariah.
FESyar KTI sendiri merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Bank Indonesia sebagai bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). Tahun ini, kegiatan mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital" serta diikuti peserta dari 22 provinsi di kawasan timur Indonesia yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.
Di tengah persaingan yang ketat, delegasi Kalimantan Barat mampu tampil menonjol dengan membawa pulang delapan penghargaan dari berbagai cabang kompetisi.
Pada Halal Chef Competition (HCC), Kalimantan Barat mendominasi podium juara. Eko Hendrawan berhasil meraih Juara I kategori Profesional, Elpidius Ricky menjadi Juara I kategori Umum, sementara Islandi meraih Juara III kategori Pesantren.
Prestasi juga datang dari sektor industri kreatif melalui Modest Fashion Designer Competition (MFDC). Desainer Jazila dari BornNeo sukses meraih Juara I kategori Profesional, sedangkan Riza Fibula memperoleh Juara III kategori Pelajar.
Di bidang literasi ekonomi syariah, SMAN 3 Pontianak berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih Juara III Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) tingkat Kawasan Timur Indonesia.
Sementara itu, Baitulwaqaf Munzalan Indonesia memperoleh Juara II kategori Wakaf pada Program ZISWAF, sedangkan Fadilla Amarti Pratiwi berhasil menjadi Juara I pada Lomba Konten Syariah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan yang selama ini konsisten membangun ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Barat.
“Delapan penghargaan yang diraih Kalimantan Barat pada FESyar KTI 2026 merupakan buah dari sinergi yang kuat antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, pesantren, lembaga zakat dan wakaf, serta seluruh mitra strategis. Prestasi ini menunjukkan bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi besar dan daya saing yang semakin kuat dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” ujar Doni, Selasa (14/7/2026).
Berkat sederet prestasi tersebut, Kalimantan Barat dipastikan akan menjadi wakil Kawasan Timur Indonesia pada ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang akan digelar di Jakarta. Delegasi yang lolos berasal dari Halal Chef Competition kategori Profesional, Umum, dan Pesantren. Selain itu, pemenang Modest Fashion Designer Competition kategori Profesional juga memperoleh kesempatan mengikuti rangkaian kegiatan ISEF.
Menurut Doni, keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi, tetapi menjadi indikator bahwa pengembangan ekonomi syariah di Kalimantan Barat berada pada jalur yang tepat. Berbagai program yang dijalankan selama ini dinilai mampu melahirkan talenta-talenta baru sekaligus memperkuat daya saing industri halal di daerah.
Ia menegaskan, Bank Indonesia akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, pesantren, komunitas, pelaku usaha, hingga lembaga pengelola zakat dan wakaf agar pengembangan ekonomi syariah semakin luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk melahirkan lebih banyak talenta unggul, memperkuat industri halal, mengembangkan inovasi keuangan sosial syariah, serta meningkatkan literasi masyarakat. Kami berharap ekonomi syariah dapat menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Doni juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pendamping, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, pelaku usaha, serta mitra strategis yang telah memberikan kontribusi sehingga Kalimantan Barat mampu mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat regional.
Keberhasilan tersebut sekaligus melanjutkan kiprah positif Kalimantan Barat dalam pengembangan ekonomi syariah. Sebelumnya, pada 2025, provinsi ini dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan FESyar Kawasan Timur Indonesia. Kini, melalui raihan delapan penghargaan pada FESyar KTI 2026, Kalimantan Barat kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan industri halal, ekonomi syariah, dan keuangan sosial syariah di Indonesia.
Dengan bekal prestasi tersebut, para wakil Kalimantan Barat diharapkan mampu kembali menunjukkan performa terbaik pada ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, sekaligus membawa nama daerah bersaing di tingkat nasional serta memperkuat kontribusi ekonomi syariah sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(*/Red)


