![]() |
| Resmi Sensus Ekonomi digelar di Kalbar |
PONTIANAK, KP – Sebanyak 4.701 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 di seluruh Kalimantan Barat siap melakukan pendataan aktivitas usaha non-pertanian yang berlangsung mulai Juni hingga Agustus 2026. Pencanangan Penjaminan Kualitas Data Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan di halaman Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat, Senin (15/6/2026).
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat, Muh Saichudin, mengatakan ratusan pegawai organik BPS diterjunkan untuk mengawasi langsung proses pendataan di lapangan guna memastikan kualitas data yang diperoleh.
Menurutnya, pelaksanaan sensus ekonomi secara door to door dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan sistem kerja bergiliran.
“Mulai hari ini sampai dengan akhir Agustus, mereka semua turun ke lapangan. Tidak ada yang boleh berada di kantor. Jadi gantian, separuh pagi hari dan separuh siang hari untuk menjamin pelaksanaan sensus ini karena pesan pimpinan Kepala BPS RI bahwa sensus ekonomi harus sukses dan berkualitas,” kata Saichudin.
Ia menjelaskan, dari total 489 pegawai BPS se-Kalimantan Barat, sebanyak 370 orang atau sekitar 75 persen ditugaskan sebagai penanggung jawab kualitas data Sensus Ekonomi 2026.
Terkait tantangan pelaksanaan di 14 kabupaten dan kota di Kalbar, Saichudin menyebut keterbatasan sinyal internet masih menjadi kendala utama. Namun demikian, BPS telah menyiapkan langkah mitigasi dengan memanfaatkan aplikasi pendataan berbasis digital melalui gawai petugas.
Menurutnya, aplikasi tersebut telah dilengkapi fitur offline sehingga petugas tetap dapat melakukan pendataan di wilayah yang tidak memiliki akses jaringan internet.
Sebelum menuju lokasi blank spot, petugas diwajibkan mengunduh data awal atau predefined data ke perangkat masing-masing. Hasil pendataan kemudian akan tersimpan di aplikasi dan otomatis terkirim ke server pusat setelah petugas kembali memperoleh akses internet.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menegaskan pentingnya data yang akurat dan terpercaya dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Menurutnya, data hasil sensus ekonomi menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan di bidang ekonomi, investasi, ketenagakerjaan, pengembangan UMKM, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kita harapkan nanti ada data-data bagaimana kita bisa mengembangkan UMKM dan kegiatan ekonomi lainnya. Dengan data yang akurat dan sudah dijamin mutunya, akan memudahkan pimpinan daerah dalam mengambil kebijakan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian persiapan, sebelumnya telah dilakukan pencanangan SE2026 di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Kegiatan tersebut ditandai dengan pemasangan rompi petugas sensus secara simbolis oleh Gubernur Kalimantan Barat.
Pendataan perdana di lapangan juga telah dimulai, salah satunya di kediaman Gubernur Kalimantan Barat sebagai simbol dimulainya pelaksanaan sensus ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat turut mendukung pelaksanaan SE2026 melalui berbagai kegiatan sosialisasi guna meningkatkan pemahaman masyarakat. Dengan demikian, warga diharapkan dapat menerima kehadiran petugas sensus dengan baik saat melakukan pendataan di rumah maupun tempat usaha.
Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menghasilkan data yang akurat dan berkualitas sebagai landasan perencanaan pembangunan ekonomi daerah yang lebih tepat sasaran di masa mendatang. (*)


