Mengenal Gelung Nusantara, Merawat Identitas Budaya Perempuan

Ruang Kreatif Mengenal Gelung Nusantara

JAKARTA,KP – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Galeri Indonesia Kaya menghadirkan program Ruang Kreatif bertajuk Mengenal Gelung Nusantara, sebuah workshop yang mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan warisan budaya berupa gelung atau sanggul yang sarat makna dan filosofi.

Sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia, gelung memiliki beragam bentuk dan pakem di setiap daerah, mencerminkan identitas serta nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa gelung bukan sekadar tatanan rambut tradisional, tetapi juga simbol budaya yang tetap relevan dalam kehidupan modern.

Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya, khususnya bagi perempuan Indonesia.

“Melalui Ruang Kreatif Mengenal Gelung Nusantara, kami ingin menghadirkan sebuah ruang belajar yang tidak hanya memperkenalkan ragam bentuk dan filosofi gelung dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memahami bahwa warisan budaya ini dapat terus relevan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bertepatan dengan semangat Hari Kartini, program ini juga menjadi bentuk upaya kami dalam mendorong perempuan Indonesia untuk terus mengeksplorasi potensi diri, sekaligus bangga terhadap identitas budayanya,” ujarnya.

Workshop yang berlangsung pada 20–23 April 2026 ini terbagi dalam dua kategori, yakni kelas profesional dan kelas umum. Kelas profesional ditujukan bagi penata rias yang ingin memperdalam pakem gelung dari berbagai daerah, sementara kelas umum terbuka bagi masyarakat yang ingin mempelajari teknik dasar penataan gelung untuk kebutuhan sehari-hari maupun acara khusus.

Peserta diperkenalkan pada ragam gelung Nusantara dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua. Selain memahami filosofi di balik setiap bentuk, peserta juga mendapatkan keterampilan praktis dalam menata rambut.

Kegiatan ini dipandu oleh penata rias senior Mas Yudin yang telah berkiprah lebih dari 40 tahun di industri kecantikan, termasuk bersama Martha Tilaar Group. Ia menilai minat terhadap gelung Nusantara terus berkembang lintas generasi.

“Selama lebih dari 40 tahun saya berkecimpung di dunia tata rias, saya melihat bagaimana gelung Nusantara terus berkembang, namun tetap memiliki akar tradisi yang kuat. Yang membuat saya senang, minat terhadap gelung ini tidak hilang, bahkan terus tumbuh di berbagai generasi,” ujarnya.

Menurutnya, keberlanjutan tradisi gelung sangat bergantung pada adanya regenerasi serta ruang pembelajaran yang terbuka bagi masyarakat.

“Hal ini menunjukkan bahwa gelung tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi juga memiliki masa depan yang panjang, selama terus ada regenerasi dan ruang untuk belajar seperti yang dihadirkan melalui program ini,” tambahnya.

Sebagai ruang publik berbasis budaya, Galeri Indonesia Kaya secara konsisten menghadirkan program edukatif dan inspiratif untuk memperkuat apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya Indonesia. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi masa kini semakin mengenal, mengapresiasi, dan melestarikan warisan budaya, sejalan dengan semangat Kartini dalam memperjuangkan peran perempuan dan budaya bangsa.(*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال