BYD Siapkan Mobil Listrik Mini Khusus Jepang, Bidik Pasar K-Car dengan Harga Terjangkau

Mobil listrik dari BYD khusus untuk pasar Jepang, sumber ; BYD

JEPANG, KP - Pabrikan otomotif asal China, BYD, terus memperkuat ekspansi globalnya dengan menyiapkan peluncuran mobil listrik mungil khusus pasar Jepang. Model terbaru bernama BYD Rocco itu diperkirakan meluncur pada musim panas hingga musim gugur 2026 dan menjadi kendaraan listrik murni pertama BYD yang dikembangkan secara eksklusif untuk pasar Jepang.

Di pasar domestik China, kendaraan tersebut dikenal dengan nama Hai Ta. Kehadiran Rocco sekaligus menandai perubahan strategi globalisasi BYD yang kini mulai menerapkan pendekatan riset dan pengembangan lokal secara lebih mendalam untuk pasar tertentu. Langkah ini serupa dengan strategi pengembangan model-model lain yang disesuaikan khusus untuk negara tujuan, seperti pikap Shark yang dikembangkan untuk pasar Australia.

Dilansir dari media teknologi IT Home, Sabtu (16/5/2026), BYD Rocco dibekali baterai lithium iron phosphate berkapasitas 20 kWh dengan jarak tempuh listrik murni berdasarkan standar WLTC sekitar 180 kilometer. Mobil ini juga mendukung pengisian cepat DC hingga 100 kW.

Sebagai kendaraan kategori K-car, dimensi Rocco dibuat sesuai regulasi kendaraan ringan di Jepang. Mobil tersebut memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm dengan jarak sumbu roda 2.490 mm. Ukurannya masih berada dalam batas aturan K-car Jepang yang menetapkan dimensi maksimal 3.400×1.480×2.000 mm.

BYD merancang kendaraan ini untuk menunjang mobilitas masyarakat perkotaan Jepang yang identik dengan jalan sempit dan area parkir terbatas. Karena itu, Rocco menggunakan konfigurasi empat tempat duduk dengan desain empat pintu dan pintu geser ganda di bagian belakang agar lebih praktis digunakan.

Masuk ke bagian interior, BYD tetap mempertahankan filosofi desain “estetika laut” yang menjadi ciri khas perusahaan. Kabin dilengkapi tata letak kemudi kanan, layar kontrol tengah model mengambang, serta setir multifungsi tiga palang. Mobil ini juga sudah dibekali fitur bantuan mengemudi Level 2+ sebagai standar.

Dari sisi performa, BYD Rocco menggunakan sistem motor tunggal penggerak roda depan. Mobil ini diklaim mampu mengisi daya baterai dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Kecepatan pengisian daya tersebut disebut menjadi salah satu nilai jual utama dibandingkan kendaraan K-car berbahan bakar bensin di kelas yang sama.

BYD Jepang mematok harga Rocco sekitar 2,5 juta yen atau setara Rp252 juta, menjadikannya berada di kisaran harga kendaraan ringan populer di Jepang.

Pengembangan proyek ini dipimpin Hirohide Tagawa, General Manager Departemen Perencanaan BYD Jepang yang sebelumnya berkarier hampir 30 tahun di Nissan Motor dan dikenal pernah memimpin pengembangan mobil mungil populer Jepang seperti Days dan Sakura.

“Hampir tidak ada kendaraan listrik ringan murni di pasar mobil penumpang Jepang saat ini, jadi kami menargetkan celah pasar ini sejak awal pengembangan,” ujar Hirohide Tagawa.

Ia mengakui, kendaraan tersebut kemungkinan belum akan menghasilkan keuntungan besar dalam jangka pendek. Namun BYD menilai kehadiran Rocco penting untuk membangun pengenalan merek sekaligus memperkuat posisi strategis perusahaan di pasar otomotif Jepang.

“Kami bertujuan membangun pengakuan merek dan menciptakan kehadiran strategis di Jepang melalui pengiriman produk dan kualitas layanan yang stabil,” tambahnya.(*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال